KAI Hemat Energi Operasional 15,39% Sepanjang 2025
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan penurunan konsumsi energi operasional sebesar 15,39 persen sepanjang 2025, atau setara penghematan sekitar 1.838.165 gigajoule. Laporan Keberlanjutan 2025 diumumkan perusahaan pada 28 Juli 2026, yang juga mencatat efisiensi energi per pelanggan meningkat 22,05 persen.
Rincian penurunan dan metode pengukuran
Perhitungan konsumsi energi dilakukan dengan mengonversi seluruh sumber energi ke dalam satuan gigajoule. Pengukuran ini mengikuti standar pelaporan internasional Global Reporting Initiative (GRI) sehingga data dapat dibandingkan antar tahun.
"Cara sederhananya seperti menyamakan kilogram, kuintal, dan ton ke dalam satu satuan sebelum dijumlahkan. Karena listrik dan bahan bakar memiliki ukuran awal yang berbeda, semuanya lebih dahulu dikonversi ke gigajoule. Dengan begitu, KAI dapat mengetahui total energi yang benar-benar digunakan dan membandingkan tingkat efisiensinya dari tahun ke tahun,"
Efisiensi per layanan
Manajemen KAI menghitung kebutuhan energi rata-rata untuk melayani setiap pelanggan dan menunjukkan tingkat efisiensi yang lebih baik pada 2025. Efisiensi serupa juga tercatat pada layanan angkutan barang dengan penghematan sebesar 15,82 persen.
"Angka ini bukan berarti setiap pelanggan secara langsung menggunakan energi sebesar 0,0205 GJ. Nilai tersebut diperoleh dengan membagi seluruh energi yang digunakan KAI selama setahun dengan jumlah pelanggan yang dilayani. Semakin rendah angkanya, semakin efisien energi yang digunakan untuk menghasilkan pelayanan,"
Inisiatif operasional dan digitalisasi
KAI melaporkan beberapa langkah operasional sebagai kontributor penghematan energi dan sumber daya:
- Pengoperasian 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 92 lokasi fasilitas operasional.
- Uji terap penggunaan bahan bakar biodiesel B50 selama tiga bulan sejak 1 Juli 2026.
- Implementasi Face Recognition Boarding Gate yang digunakan oleh 5.555.034 pelanggan pada Semester I 2026.
- Penyediaan 124 unit fasilitas pengisian air minum gratis di 58 stasiun.
Dampak terhadap sumber daya dan lingkungan
Manajemen menyatakan pengelolaan sumber daya dilakukan secara menyeluruh. Pengurangan penggunaan kertas, antara lain, diklaim setara menyelamatkan sekitar 75 batang pohon. Perusahaan terus mengukur penggunaan bahan bakar, listrik, kertas, dan air untuk mengurangi dampak lingkungan secara bertahap.
"Efisiensi energi merupakan bagian dari pengelolaan sumber daya perusahaan secara menyeluruh. KAI mengelola bahan bakar, listrik, kertas, air, dan kebutuhan operasional lainnya secara terukur agar pelayanan tetap andal serta dampak terhadap lingkungan dapat dikurangi secara bertahap,"
Prospek dan komitmen
KAI menegaskan komitmen menjaga disiplin pengelolaan energi seiring peningkatan kapasitas layanan. Pada Semester I 2026 jumlah penumpang tumbuh 7,55 persen menjadi 258.993.359 orang. Manajemen menekankan target melayani kenaikan volume pelanggan dan barang dengan penggunaan energi yang semakin efisien tanpa mengorbankan keselamatan dan keandalan operasi.
Langkah-langkah seperti perluasan PLTS, uji biodiesel, dan digitalisasi diharapkan terus menopang tren efisiensi energi KAI ke depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...