KA Rangkasbitung–Merak Layani Hampir 2 Juta Penumpang di 2026
Kereta Api Lokal Rangkasbitung–Merak mencatat pengangkutan 1.978.799 pelanggan pada periode awal tahun 2026. Data manajemen KAI yang dirilis Rabu, 3 Juni 2026, juga menunjukkan layanan Kereta Petani dan Pedagang melayani puluhan ribu perjalanan untuk mendukung distribusi komoditas lokal di Provinsi Banten.
Angka penumpang dan tren tahunan
Layanan kereta lokal di Banten menunjukkan kenaikan penumpang selama beberapa tahun terakhir. Berdasarkan catatan, jumlah pengguna moda kereta lokal tercatat 3.617.478 orang pada 2023, naik menjadi 4.269.154 pada 2024, dan mencapai 4.463.498 pada 2025.
| Tahun / Periode | Jumlah Penumpang |
|---|---|
| 2023 | 3.617.478 |
| 2024 | 4.269.154 |
| 2025 | 4.463.498 |
| Awal 2026 (Rangkasbitung–Merak) | 1.978.799 |
Peran tarif murah bagi mobilitas
Layanan lokal ini dikenai tarif hanya Rp3.000 per perjalanan. Tarif terjangkau itu membuat kereta menjadi pilihan utama mobilitas harian warga Banten, khususnya di koridor permukiman menuju pusat-pusat industri.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan dampak ekonomi dari tarif rendah tersebut.
Transportasi publik yang terjangkau memberikan dampak ekonomi yang luas. Masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan biaya yang lebih efisien, memiliki akses yang lebih besar terhadap lapangan pekerjaan, serta menjangkau pusat-pusat ekonomi yang sebelumnya membutuhkan biaya perjalanan lebih tinggi.
Kereta Petani dan Pedagang
Selain layanan lokal reguler, KAI menghadirkan Kereta Petani dan Pedagang sejak 1 Desember 2025. Layanan ini dirancang untuk mempermudah distribusi komoditas pertanian ke pasar dan menekan biaya operasional pelaku usaha kecil.
Pencatatan menunjukkan layanan khusus tersebut mencatat 25.023 perjalanan penumpang pada periode awal yang sama, dengan 20.908 perjalanan terekam sepanjang Januari–Mei 2026.
Dampak ekonomi regional
Menurut data BPS yang disebutkan manajemen, populasi Kota Serang dan Cilegon masing-masing sekitar 756 ribu dan 465 ribu jiwa. Kepadatan dan kebutuhan mobilitas di wilayah ini menjadi salah satu faktor peningkatan penumpang.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menggambarkan manfaat ekonomi lebih luas dari transportasi publik yang efisien.
Ketika seorang pedagang dapat menghemat biaya perjalanan, daya saing usahanya ikut meningkat. Ketika petani lebih mudah menjangkau pasar, akses terhadap pembeli menjadi lebih luas. Ketika masyarakat dapat bepergian dengan biaya yang terjangkau, maka peluang ekonomi yang dapat diakses juga menjadi lebih besar. Di situlah transportasi publik memberikan manfaat yang melampaui fungsi perpindahan orang.
Penyediaan moda transportasi massal yang andal dan murah terus dianggap sebagai kunci memperkuat pertumbuhan ekonomi regional di Provinsi Banten dan mendorong inklusi ekonomi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...