Job Fair Ngawi 2026: 1.000 Pencari Kerja Serbu 25 Perusahaan
Ngawi — Halaman SMK PGRI 1 Ngawi dipadati pencari kerja saat Job Fair Grisa Job Fair 2026 berlangsung, Rabu (13/5/2026). Lebih dari 1.000 pendaftar mencari peluang kerja dari 25 perusahaan yang membuka lowongan, termasuk 17 perusahaan beroperasi di Kabupaten Ngawi.
Rangkaian kegiatan dan peserta
Acara ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi bersama lembaga pendidikan dan sektor industri. Selain perusahaan lokal, terdapat pula stan yang menawarkan pekerjaan di luar daerah hingga luar negeri.
Pihak penyelenggara mencatat jumlah pendaftar daring mencapai sekitar 1.000 orang, belum termasuk pelamar yang datang langsung ke lokasi. Beberapa perusahaan yang hadir bahkan belum beroperasi penuh di Ngawi, namun sudah melakukan rekrutmen, seperti PT Sintek dan entitas lain yang sedang persiapan operasional.
Dukungan pemerintah dan dunia pendidikan
Wakil Bupati Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko atau yang akrab dipanggil Wabup Antok, membuka kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa job fair adalah bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan industri untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja.
Job fair ini adalah bentuk sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan perusahaan atau industri. Fungsi kita menjembatani kebutuhan tenaga kerja perusahaan agar bisa terpenuhi, sekaligus memastikan potensi SDM Kabupaten Ngawi bisa terserap di berbagai lapangan pekerjaan.
Kegiatan melibatkan Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, lembaga pendidikan, serta berbagai perusahaan dan industri.
Dampak ekonomi dan prospek investasi
Wabup Antok menilai penyerapan tenaga kerja melalui job fair berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ngawi meningkat seiring turunnya angka kemiskinan.
Ia juga menekankan peran kualitas dan kuantitas sumber daya manusia sebagai pertimbangan utama bagi investor sebelum menanamkan modal.
Investor melihat bagaimana kualitas dan kuantitas SDM kita. Itu menjadi salah satu indikator atau parameter sebelum mereka menanamkan investasi di Kabupaten Ngawi.
Antok menambahkan bahwa minat pencari kerja yang tinggi menunjukkan potensi tenaga kerja Ngawi mulai dilirik dan dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan industri ke depan.
Peserta dan pemangku kepentingan
- 25 perusahaan peserta, 17 beroperasi di Ngawi
- Lebih dari 1.000 pendaftar daring, belum termasuk pendaftar langsung
- Penyelenggara: pemerintah kabupaten, dinas terkait, cabang dinas pendidikan, lembaga pendidikan, dan perusahaan
Kesimpulan: Grisa Job Fair 2026 di Ngawi mempertemukan pencari kerja dengan peluang lapangan pekerjaan lokal dan luar daerah. Kegiatan ini juga menjadi indikator kesiapan SDM lokal untuk menarik investasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Tiga Pilar Cup Ngawi Dongkrak UMKM dan Dukung Persinga
Turnamen Tiga Pilar Cup Ngawi menarik penonton, memasuki babak delapan besar, dan menggerakkan UMKM serta du...
Surabaya Abaikan Desil sebagai Acuan Bansos, Verifikasi Dilakukan Langsung
Pemkot dan DPRD Surabaya sepakat desil tak lagi jadi patokan bansos; verifikasi dilakukan lewat forum RT ter...
Puan Atur Pertemuan Prabowo–Megawati Bersama PDIP dan Gerindra
Puan Maharani akan mengatur pertemuan lanjutan antara Prabowo dan Megawati bersama PDIP dan Gerindra usai ku...
Sumenep Gelar Turnamen Sepak Bola Antar-SD 1 Oktober 2026
Pemkab Sumenep menggelar turnamen sepak bola antar-SD pada 1 Oktober 2026 untuk memetakan talenta lokal dan...
Surabaya Tetapkan Prioritas RAPBD 2027: Pendidikan, Kesehatan, Rutilahu
Pemkot Surabaya prioritaskan pendidikan, kesehatan, dan Rutilahu dalam RAPBD 2027 senilai Rp12,825 triliun u...
Prabowo Datangi Rumah Megawati untuk Takziah Guruh
Presiden Prabowo mendatangi kediaman Megawati pada 28/9/2026 untuk menyampaikan takziah atas wafatnya Guruh,...