Jersey Piala Dunia Paling Ikonik: Dari Brasil 1970 hingga Argentina 2022
Jersey Piala Dunia sering lebih dari sekadar seragam pertandingan; mereka jadi simbol era, momen, dan identitas nasional. Sejumlah jersey dari edisi-edisi penting seperti Brasil 1970, Argentina 1986 dan 2022, hingga Spanyol 2010 tercatat sebagai yang paling ikonik sepanjang sejarah turnamen.
Daftar jersey yang paling dikenang
- Brasil — Piala Dunia 1970 (jersey kuning dengan aksen hijau)
- Argentina — Piala Dunia 1986 (garis biru langit-putih)
- Jerman Barat — Piala Dunia 1990 (motif garis hitam-merah-kuning)
- Prancis — Piala Dunia 1998 (biru tua dengan kombinasi merah-putih)
- Spanyol — Piala Dunia 2010 (jersey merah khas)
- Kroasia — motif kotak-kotak merah-putih
- Argentina — Piala Dunia 2022 (jersey yang dipakai Lionel Messi)
Brasil 1970: simbol generasi emas
Jersey kuning-hijau Brasil pada Piala Dunia 1970 melekat kuat pada memori penggemar. Desainnya sederhana namun efektif, dan menjadi identitas generasi emas yang dipimpin Pelé. Penampilan tim ini membuat jersey tersebut diburu kolektor hingga kini.
Argentina 1986 dan 2022: dua momen berbeda, satu warisan
Jersey Argentina 1986 dengan garis biru langit-putih amat terkait dengan aksi legendaris Diego Maradona saat membawa negaranya juara dunia di Meksiko. Lebih dari tiga dekade kemudian, jersey Argentina kembali mencuri perhatian di Piala Dunia 2022 ketika dipakai Lionel Messi dalam perjalanan meraih gelar juara dunia di Qatar.
Jerman Barat 1990 dan Prancis 1998: desain yang mencatat sejarah
Jersey Jerman pada 1990 dikenal lewat motif garis hitam, merah, dan kuning di dada. Keberhasilan Jerman Barat meraih gelar membuat desain itu melekat dalam sejarah. Sementara itu, jersey Prancis 1998—berwarna biru tua dengan aksen merah-putih—identik dengan momen pertama Prancis merebut gelar dunia di kandang sendiri.
Spanyol 2010 dan Kroasia: warna dan pola yang mudah dikenali
Jersey merah Spanyol pada Piala Dunia 2010 menjadi simbol era La Furia Roja, saat mereka meraih gelar dunia perdana. Di sisi lain, Kroasia menonjol lewat desain kotak-kotak merah-putih yang unik, membuatnya mudah dikenali di setiap turnamen internasional.
Mengapa jersey menjadi ikon?
Beberapa faktor membuat jersey tampil ikonik: desain yang kuat, warna yang konsisten, dan tentu saja momen bersejarah di lapangan. Saat sebuah tim juara atau pemain legendaris tampil memukau, jersey yang dipakai langsung mendapatkan nilai historis dan emosional.
Hingga kini, jersey-jersey legendaris itu tidak hanya dipakai di stadion, tetapi juga menjadi bagian budaya populer. Banyak kolektor dan penggemar masih berburu replika jersey tersebut sebagai cara mengenang momen-momen penting sepak bola dunia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Aries Susanti Ditunjuk Manajer Timnas Panjat Tebing untuk Asian Games
Aries Susanti resmi jadi manajer Timnas Panjat Tebing per 27 Juli 2026 untuk memimpin persiapan menuju Asian...
Waspada Kamboja, Indonesia Berburu Kemenangan Perdana di Piala AFF
Indonesia vs Kamboja di Pakansari malam ini; peluang menang besar namun harus waspadai kebangkitan Kamboja p...
Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026–2030
Agustiar Sabran resmi dilantik sebagai Ketua Umum PB Percasi 2026–2030 dan berjanji melanjutkan program suks...
Penunjukan Andrea Pirlo ke Timnas Italia Ditunda akibat Kontroversi Judi
FIGC menunda penunjukan Andrea Pirlo sebagai pelatih timnas Italia karena kontroversi hubungan komersial den...
Nadeo: Timnas Siap Akhiri Puasa Gelar Piala AFF 2026
Nadeo Argawinata optimistis Timnas Indonesia mengakhiri puasa gelar Piala AFF 2026 usai TC intensif di Bali,...
Pogacar Raih Gelar Kelima Tour de France 2026
Tadej Pogacar merebut gelar kelima Tour de France 2026 di Champs-Élysées dengan catatan waktu 73 jam 56 meni...