Padang Lawas Bangun Jembatan Permanen Pasir Jae–Siborna
Padang Lawas — Pemerintah Kabupaten Padang Lawas akan membangun jembatan permanen penghubung Desa Pasir Jae dan Desa Siborna pada tahun ini. Proyek dimaksud bertujuan memperkuat akses transportasi dan mendukung perekonomian masyarakat setempat.
Rencana dan anggaran
Bupati Padang Lawas, Putra Mahkota Alam Hasibuan SE, meninjau lokasi penyangga jembatan pada Selasa (26/5). Menurut pemeriksaan lapangan, pembangunan jembatan Sungai Sosa untuk Desa Pasir Jae kini sudah masuk proses lelang.
Nilai proyek mencapai Rp18,5 miliar. Jembatan direncanakan permanen dengan panjang 60 meter dan lebar 8 meter, sehingga mampu dilintasi kendaraan berat seperti truk pengangkut hasil kebun sawit.
Spesifikasi dan fungsi
Sebelumnya akses antar desa mengandalkan jembatan gantung atau rambin. Kondisi itu membatasi kapasitas angkut dan frekuensi lalu lintas. Pembangunan jembatan permanen akan meningkatkan daya dukung jalan dan keselamatan pengguna.
Dengan desain 60x8 meter, jembatan ini dirancang untuk mengakomodasi truk pengangkut hasil kebun serta kendaraan warga sehari-hari. Perubahan fungsi infrastruktur diharapkan mempercepat distribusi komoditas lokal.
Dukungan masyarakat dan pembebasan lahan
Bupati meminta dukungan aktif dari warga dan pemerintahan desa untuk mempercepat proses pembebasan lahan. Tanpa kerja sama tersebut, realisasi fisik proyek berisiko tertunda meski dana dan lelang sudah berjalan.
Dalam peninjauan, Bupati didampingi Plt Kepala Dinas PUPR, Ir Amirhan Hasibuan ST, dan Kabid Bina Marga, Saparuddin Nasution. Hadir pula camat Sosa Julu, kepala desa, serta tokoh masyarakat setempat.
- Putra Mahkota Alam Hasibuan SE (Bupati)
- Ir Amirhan Hasibuan ST (Plt Kadis PUPR)
- Saparuddin Nasution (Kabid Bina Marga)
- Camat, kepala desa, tokoh masyarakat
Dampak sosial-ekonomi
Mayoritas warga Kecamatan Sosa Julu bekerja dan berkebun di sekitar Desa Siborna. Akses satu-satunya saat ini melalui jembatan gantung. Pembangunan jembatan permanen diharapkan memangkas waktu transportasi dan menurunkan biaya logistik petani.
Dengan akses yang lebih baik, pasar lokal berpotensi meningkat dan distribusi hasil kebun, terutama sawit, dapat berlangsung lebih efisien. Peningkatan konektivitas juga membuka peluang investasi dan layanan publik yang lebih mudah dijangkau.
Tahapan selanjutnya
Setelah proses lelang selesai, tahapan berikutnya meliputi pembebasan lahan, penyiapan pondasi, dan konstruksi utama. Pemerintah daerah menargetkan pembangunan berjalan lancar sepanjang koordinasi lintas pemangku kepentingan terjaga.
Pembangunan jembatan Pasir Jae–Siborna menjadi langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas antardesa dan menopang pertumbuhan ekonomi lokal di Kecamatan Sosa Julu.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Sertifikasi halal gratis Sumut hanya jangkau 1.000 dari 1,4 juta UMKM
Program 1.000 sertifikat halal gratis Sumut dinilai belum efektif, hanya menjangkau 0,07% dari 1,4 juta UMKM...
Timsel Diminta Pertimbangkan Rekam Jejak Etik Calon KPID Sumut 2026–2029
Tim Advokasi minta Timsel KPID Sumut pertimbangkan integritas dan rekam jejak etik calon anggota periode 202...
Peringatan HAN ke-42 di MIN 12 Nagan Raya: Tekankan Madrasah Ramah Anak
Peringatan HAN ke-42 di MIN 12 Nagan Raya, Kamis (23/7/2026), tekankan madrasah ramah anak dan perlindungan...
DHD 45 Dorong Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk Tokoh Sumut
Ketua DHD 45 Sumut dorong pengusulan tokoh Sumut sebagai pahlawan nasional dan ajak Kodam I/BB kolaborasi me...
Polri dan Ulama Perkuat Sinergi, KA SPN Polda Sumut Kunjungi Madrasah Besilam
KA SPN Polda Sumut dan Kapolres Langkat kunjungi Madrasah Tuan Guru Besilam (23/7) untuk perkuat sinergi, do...
Polres Ungkap Motif Pembunuhan Anak 10 Tahun di Aceh Tenggara
Polres Aceh Tenggara menyatakan motif pembunuhan anak 10 tahun di Lawe Sepilang berkaitan dengan upaya menut...