Tiga Jembatan Kayu Rusak Hambat Akses Singkil–Buloh Seuma
Singkil — Akses yang menghubungkan Kecamatan Singkil dengan Desa Buloh Seuma, Kecamatan Trumon, Kabupaten Aceh Selatan tersendat karena tiga jembatan kayu rusak dan jalan lintas yang tertutup semak. Kondisi itu telah berlangsung beberapa bulan dan belum ditangani pemerintah, sehingga hanya sepeda motor yang bisa melintas dengan sangat hati-hati.
Kondisi jembatan dan lokasi terdampak
Tiga titik jembatan itu berada di perbatasan Kabupaten Aceh Selatan dan Singkil. Jembatan dibangun secara swadaya dari kayu seadanya, kini mulai lapuk dan rawan roboh. Pada pemantauan Senin (3/8) terlihat sejumlah jembatan panjang hanya memakai dua lembar kayu sebagai alas.
Desa yang terdampak antara lain Desa Kayu Menang, Desa Kuala Baru Laut, Kuala Baru Sungai, dan Desa Suka Jaya. Semua akses menuju Desa Buloh Seuma, Kecamatan Trumon, terganggu karena kondisi jembatan tersebut.
Lintasan darat terhambat dan sempit
Selain jembatan rusak, ada sekitar 5 km jalur lintas menuju Desa Buloh Seuma yang tertutup semak belukar, hutan, dan tanaman duri putri malu. Penyempitan jalan membuat kendaraan berlawanan sangat rawan bertabrakan.
Kendaraan roda tiga dan empat kini tidak bisa melintas. Hanya sepeda motor yang dapat melewati dengan pengereman dan kehati-hatian ekstra.
Dampak bagi warga
Warga mengeluhkan kesulitan memasarkan hasil perkebunan dan pertanian dari wilayah yang terdampak. Mobilitas warga dan distribusi produk pertanian terganggu sejak jembatan mulai lapuk.
"Ini dulu jembatan yang dibuat masyarakat secara swadaya. Namun katanya hendak direnovasi dan dibongkar pemerintah dan dibuat kembali di samping jembatan yang sempat roboh karena banjir tahun lalu," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
"Iya, mamakku bulan lalu sempat bertabrakan dengan sepeda motor dari arah Buloh Seuma yang hendak ke Singkil. Karena jalannya sempit sehingga pas berpapasan menyebabkan laka, jika tidak ada klakson dari kendaraan kedua arah," kata Ahmad.
Tuntutan warga dan kebutuhan perbaikan
Masyarakat mendesak Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten terkait segera membangun tiga jembatan permanen dan membuka kembali alur jalan lintas. Mereka juga meminta pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Desa Kayu Menang dengan Kecamatan Kuala Baru, Aceh Singkil, agar tidak terjadi isolasi berkepanjangan.
Jika tidak diperbaiki cepat, warga terus mengalami kesulitan menyalurkan hasil pertanian serta risiko kecelakaan akan tetap tinggi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Gampong Lamgirek Peringati Hari Damai Aceh dan HUT RI ke-81
Gampong Lamgirek menggelar zikir, tausiah, lomba, dan jalan santai pada 16–17 Agustus untuk memperingati Har...
Panpel Tegaskan Komitmen Sukseskan Pra PORA Voli di Jantho
Panitia Pra PORA Voli di Banda Aceh menegaskan komitmen menjalankan mandat KONI Aceh dan lanjut mempersiapka...
Lhoknga Gelar Upacara HUT RI ke-81, Perkuat Persatuan
Camat Lhoknga pimpin upacara HUT RI ke-81 di Lapangan Carlos Lhoknga, menegaskan semangat persatuan dan peng...
Wagub Aceh Ajak Warga Jaga Perdamaian saat HUT RI ke-81
Wagub Aceh Fadhlullah mengajak warga menjaga perdamaian dan keamanan agar aktivitas dan ibadah berjalan tena...
Sirene Proklamasi Berkumandang, Jalan Medan Lancar Tanpa Pengamanan
Sirene Detik-detik Proklamasi HUT RI ke-81 berkumandang di Medan, tetapi jalan tetap dilalui karena tidak ad...
SMAN 1 Samudera Tampilkan Kostum Daur Ulang di Karnaval HUT RI
Siswa SMAN 1 Samudera ikut karnaval HUT ke-81 memakai kostum plastik daur ulang, mengusung pesan lingkungan...