Lokal

Jembatan Garuda di Medan Diresmikan, Akses Aman untuk Tiga Kecamatan

Bagikan:
Peresmian Jembatan Garuda di Sukadamai yang menghubungkan Polonia, Maimun, dan Medan Johor

Medan – Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa dan Wali Kota Medan Rico Waas meresmikan Jembatan Garuda di Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Polonia, Selasa 28 Juli 2026 pukul 08.20 WIB. Jembatan ini menghubungkan Kecamatan Polonia, Maimun, dan Medan Johor serta dibangun untuk menggantikan jalur penyeberangan berbahaya setelah viralnya gambar anak-anak menyeberang lewat pipa.

Awal inisiatif dan tujuan pembangunan

Pembangunan jembatan bermula dari perhatian publik terhadap kondisi penyeberangan yang membahayakan. Kodam I/Bukit Barisan kemudian bergerak cepat bersama Pemerintah Kota Medan dan masyarakat setempat untuk merealisasikan akses baru.

Ini cepat kita selesaikan, kita juga sedang laksanakan program Presiden membangun 6.000 jembatan di seluruh Indonesia. Di Sumatera, Kodam sudah membangun 323 jembatan,

Hal itu disampaikan Mayjen Hendy Antariksa yang menegaskan niat mengambil sisi positif dari berita viral dan bekerja nyata untuk masyarakat.

Spesifikasi teknis dan proses pengerjaan

Jembatan Garuda memiliki panjang 35 meter dan lebar 1,5 meter dengan kapasitas beban hingga empat ton. Pembangunan melibatkan personel TNI AD, Pemerintah Kota Medan, serta warga setempat.

Menurut keterangan, pelaksanaan fisik jembatan memakan waktu singkat. Pihak Kodam menyebut pengerjaan berlangsung 51 hari, sementara Wali Kota menyampaikan proses berjalan sekitar lima minggu sejak pengecekan lokasi pada April 2026.

Saya imbau masyarakat, kalau kondisi ramai ya ditahan-tahan bergantian. Jembatan ini dikerjakan 51 hari. Untuk personel terlibat kira-kira 20 orang dari TNI AD, Pemko Medan dan masyarakat yang bersinergi,

Manfaat langsung bagi warga dan respons publik

Wali Kota Rico Waas menyebut jembatan menjadi akses penting yang memudahkan aktivitas sehari-hari dan sekaligus bagian dari upaya memperbaiki kondisi lama yang rusak akibat banjir besar pada 2024.

Peresmian jembatan ini diharapkan berjalan lancar dan keberkahan Allah. Ini momen yang rasanya akan jadi kesan baik bagi kita semua. Kita laksanakan atas dasar sinergi, komunikasi yang cepat,

Peresmian disambut antusias warga. Salah seorang warga, Kusuma, menyampaikan apresiasi sekaligus permintaan agar fasilitas dijaga dan dilengkapi pengamanan seperti CCTV.

Terima kasih Pak Rico dan Pangdam yang sudah membangun jembatan Garuda. Kami pun janji semua menjaga, gak ada maling, gak ada rayap besi. Kalau bisa dipasang juga CCTV-nya biar besinya gak dimaling besinya,

Penutup: pemeliharaan dan peluang replikasi

Pangdam dan Pemko mendorong warga melaporkan kerusakan struktur teknis ke pihak terkait agar fungsi jembatan tetap terjaga. Pembangunan Jembatan Garuda menjadi contoh respons cepat atas masalah infrastruktur lokal dan menunjukkan sinergi antara TNI, pemerintah kota, dan masyarakat untuk memperbaiki akses publik.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait