Jembatan Gantung Tiang Bendera di Padangsidimpuan Nyaris Ambruk
Padangsidimpuan — Jembatan Gantung Tiang Bendera di Kelurahan Batunadua Jae, Kecamatan Batunadua, rusak parah dan nyaris ambruk setelah salah satu kabel utama putus. Kerusakan yang dipantau Kamis (10/9) membuat lantai plat besi miring sehingga tak bisa dilalui, memaksa warga petani menyeberangi sungai untuk menuju sawah.
Kerusakan struktural dan penyebab
Pantauan di lokasi menunjukkan satu seling penyanggah utama terputus dan berkarat. Kondisi ini membuat lantai jembatan berbahan plat bordes miring serta beberapa batang besi penggantung lantai juga mengalami karat serius.
Kerusakan diduga akibat usia dan korosi pada komponen penyangga. Karena itu, fungsi jembatan sebagai akses utama kini terhenti dan membahayakan pengguna.
Dampak terhadap aktivitas warga dan lahan pertanian
Warga setempat menyatakan kerusakan telah berlangsung sekitar dua minggu. Setiap hari, antara 500 hingga 700 orang melintasi jembatan ini dengan berjalan kaki atau sepeda motor untuk mengakses areal persawahan Sihoring Koring.
Menurut petani, luas persawahan yang terdampak mencapai 700–900 hektar. Tanpa jembatan, warga terpaksa menyeberangi Sungai Batang Ayumi atau mengambil jalur memutar melalui Desa Rimba Soping, Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu, yang jauh.
"Untuk pergi ke sawah atau kebun, dalam dua minggu ini kami terpaksa melewati sungai yang berada di bawah jembatan,"
— Ahmad Harahap, warga dan petani setempat.
Warga juga khawatir bila terjadi banjir sungai, aktivitas pertanian bisa sepenuhnya terhenti. Kekhawatiran lain terkait keadaan darurat kematian, karena tempat pemakaman (TPU) berada di seberang sungai dan aksesnya hanya melalui jembatan tersebut.
"Coba bayangkan bagaimana mengusung jenazah yang ditaruh di atas pundak beberapa orang bila harus melewati sungai,"
— Muhammad Darwis, Rektor Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan periode 2022–2026.
Respon pemerintah dan tuntutan warga
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Padangsidimpuan, Chairul Amri, melalui pesan WhatsApp menyatakan Pemerintah Kota berencana memperbaiki Jembatan Gantung Tiang Bendera dalam waktu dekat.
Sementara itu warga meminta perbaikan segera agar aktivitas sehari-hari kembali normal. Beberapa tokoh masyarakat dan pemimpin lokal bahkan menyerukan pembangunan jembatan permanen berbahan beton untuk menggantikan jembatan gantung yang rentan.
Menurut Muhammad Darwis, pembangunan jembatan beton permanen juga berpotensi mengubah pola pemukiman di sekitar areal persawahan dan meningkatkan aksesibilitas jangka panjang.
Prospek dan langkah ke depan
Perbaikan mendesak diperlukan untuk mencegah kecelakaan dan menjaga kelangsungan aktivitas pertanian seluas ratusan hektar. Jika perbaikan bersifat sementara, warga kembali meminta rencana pembangunan jembatan beton permanen agar akses aman dan berkelanjutan.
Pemerintah kota telah mengonfirmasi tindak lanjut perbaikan; warga berharap perbaikan segera dilaksanakan sebelum musim hujan meningkatkan risiko luapan sungai dan memperparah kerusakan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pentingnya Adab dan Akhlak: Pesan pada Peringatan Maulid di SMKN 1 Barumun
Kepala Dinas dan tokoh pesantren mengimbau siswa SMKN 1 Barumun menjaga adab dan akhlak saat peringatan Maul...
UGN dan USU Kembangkan Demplot Padi Pulihkan Lahan Pascabencana di Aek Ngadol
LPPM UGN dan USU kembangkan demplot padi di Desa Aek Ngadol untuk memulihkan lahan yang tertutup pasir hingg...
Revitalisasi Samudera Pasai: Dari Makam Malikussaleh ke Museum Hidup
Seminar di Aceh Utara menegaskan pentingnya menjadikan Samudera Pasai sebagai "museum hidup" saat peringatan...
Pelindo Gerakkan Penghijauan Medan Belawan dengan Pelatihan Masyarakat
PT Pelindo gelar pelatihan penanaman dan pemeliharaan di Medan Belawan (9/9), melibatkan masyarakat untuk me...
Wawali Medan Tinjau SD Negeri 066667, Soroti Fasilitas Mendesak
Wawali Medan meninjau SD Negeri 066667 (9/9) dan menemukan kekurangan toilet, drainase buruk, serta furnitur...
DPRD Dukung Ongkos Gratis Pelajar Medan dan Usulkan Pakai 72 Bus Listrik
Wakil Ketua DPRD Medan dukung ongkos gratis pelajar; DPRD minta OPD susun regulasi dan usulkan pemanfaatan 7...