UGN dan USU Kembangkan Demplot Padi Pulihkan Lahan Pascabencana di Aek Ngadol
BATANGTORU — Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Graha Nusantara (UGN) bersama Universitas Sumatera Utara (USU) mengembangkan demplot padi untuk memulihkan lahan pertanian pascabencana di Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Keterangan tertulis tim menyebutkan program ini diumumkan pada Kamis (10/9) sebagai respons terhadap perubahan karakteristik lahan akibat banjir.
Latar belakang: lahan tertutup pasir hingga 100 cm
Tim menyatakan permukaan sawah di Aek Ngadol tertutup material pasir yang terbawa banjir dengan ketebalan antara 79 hingga 100 cm. Kondisi itu menghambat praktik budidaya padi seperti sebelum bencana. Karena alasan tersebut, pihak perguruan tinggi memilih pendekatan lahan percontohan untuk mencari solusi praktis yang dapat diterapkan masyarakat.
Metode demplot dan varietas yang diuji
Pengembangan demplot dilakukan untuk menguji kemampuan tanaman pada kondisi lahan aktual. Dua varietas yang dipilih adalah padi Gamagora (dikembangkan oleh universitas mitra) dan Gogo IPB 9 dari Institut Pertanian Bogor, yang dipandang berpotensi menjadi alternatif pada lahan berlapis pasir.
Tahapan pengembangan demplot meliputi:
- Uji lapangan melalui demplot untuk mengamati pertumbuhan pada kondisi aktual.
- Persiapan bedengan di lahan terdampak, termasuk pemasangan lapisan plastik untuk menahan infiltrasi air ke lapisan pasir.
- Pemantauan dan pendampingan intensif oleh tim peneliti dan mahasiswa.
Peran mahasiswa dan pelaksanaan di lapangan
Tim LPPM UGN dibantu oleh mahasiswa yang turun langsung ke lapangan. Tiga mahasiswa—Shaleh, Sandi, dan Ibrahim—terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan demplot. Mereka membantu membuat bedengan, memasang lapisan plastik, serta menanam dan memantau perkembangan tanaman.
Komitmen lanjutan dan dampak bagi masyarakat
Kerja sama antara LPPM UGN dan USU dirancang bersifat berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pemulihan setelah bencana hidrometeorologi. Tim juga memanfaatkan hasil kegiatan kuliah kerja lapangan (KKL) dan keterlibatan dosen untuk memastikan transfer pengetahuan ke masyarakat.
"Pengabdian tidak berhenti ketika bencana berakhir. Kehadiran perguruan tinggi justru menjadi semakin penting dalam mendampingi masyarakat untuk bangkit, menemukan solusi, dan membangun kembali sumber kehidupannya," ujar Syafiruddin.
Dengan model demplot ini, tim berharap menemukan praktik budidaya yang adaptif terhadap kondisi lahan berpasir dan mempercepat pemulihan mata pencaharian petani di Desa Aek Ngadol. Monitoring lanjutan dan evaluasi hasil uji varietas akan menentukan langkah skala lebih luas ke depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pentingnya Adab dan Akhlak: Pesan pada Peringatan Maulid di SMKN 1 Barumun
Kepala Dinas dan tokoh pesantren mengimbau siswa SMKN 1 Barumun menjaga adab dan akhlak saat peringatan Maul...
Revitalisasi Samudera Pasai: Dari Makam Malikussaleh ke Museum Hidup
Seminar di Aceh Utara menegaskan pentingnya menjadikan Samudera Pasai sebagai "museum hidup" saat peringatan...
Pelindo Gerakkan Penghijauan Medan Belawan dengan Pelatihan Masyarakat
PT Pelindo gelar pelatihan penanaman dan pemeliharaan di Medan Belawan (9/9), melibatkan masyarakat untuk me...
Wawali Medan Tinjau SD Negeri 066667, Soroti Fasilitas Mendesak
Wawali Medan meninjau SD Negeri 066667 (9/9) dan menemukan kekurangan toilet, drainase buruk, serta furnitur...
DPRD Dukung Ongkos Gratis Pelajar Medan dan Usulkan Pakai 72 Bus Listrik
Wakil Ketua DPRD Medan dukung ongkos gratis pelajar; DPRD minta OPD susun regulasi dan usulkan pemanfaatan 7...
Gubernur Sumut Tinjau Lokasi Banjir Pintu Tol Bandar Selamat
Gubernur Sumut Bobby Nasution meninjau banjir Pintu Tol Bandar Selamat dan mendorong pembebasan lahan serta...