Menkeu Waspadai Kenaikan Harga Minyak Dunia, Risiko Defisit
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperingatkan pemerintah mewaspadai kenaikan harga minyak dunia yang kembali melambung pada Kamis, 10 September 2026 di Jakarta. Kenaikan ini berisiko memperlebar defisit anggaran, khususnya pada pos subsidi energi, sehingga pemerintah akan memantau perkembangan dan menyesuaikan anggaran agar defisit tetap terkendali.
Perkembangan harga minyak
Harga minyak mentah global menembus level USD100 per barel pada hari yang sama. Harga Brent tercatat di USD102,45 per barel (naik sekitar 1,22 persen), sedangkan WTI berada di USD97,74 per barel (naik sekitar 1,76 persen). Kenaikan ini dipicu eskalasi perang di Timur Tengah yang dikhawatirkan mengganggu pasokan minyak dunia.
Dampak pada APBN dan subsidi
Purbaya mengatakan pemerintah masih punya ruang fiskal jika harga belum naik terlalu tinggi. Ia menyatakan rata-rata harga minyak yang dibayar Indonesia saat ini masih berada di bawah USD90 per barel, sehingga ada ruang dalam anggaran untuk menyerap kenaikan sementara.
"Sekarang rata-rata harga minyak dunia yang kita bayar masih di bawah 90 USD per barel. Jadi masih ada ruang di anggaran, mudah-mudahan harga minyak tidak naik lebih tinggi lagi,"
Meski begitu, Purbaya menegaskan anggaran akan diatur agar berkesinambungan. Pemerintah menargetkan supaya defisit tetap dapat ditekan di bawah tiga persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ia memaparkan posisi defisit sebelumnya, yaitu sekitar 0,91 persen pada Juli dan naik tipis menjadi 0,95 persen pada Agustus.
Jika kenaikan harga minyak sepenuhnya diabsorb oleh APBN, Purbaya menyebut daya beli masyarakat tidak akan terganggu. BBM bersubsidi dipastikan tidak naik, namun dampak kenaikan kemungkinan terasa pada harga BBM non-subsidi.
Langkah pemantauan dan prospek
Pemerintah berencana memantau dinamika harga minyak minimal dalam sebulan ke depan untuk menentukan langkah kebijakan yang tepat. Penyesuaian anggaran akan difokuskan pada menjaga kesinambungan fiskal tanpa mengganggu perlindungan sosial dan subsidi bagi kelompok berpenghasilan rendah.
"Kalau pun harga minyak ada di level yang sekarang, kita kan pernah mengalami,"
Jika tekanan harga berlanjut, pemerintah harus mempertimbangkan opsi anggaran untuk menjaga defisit tetap terkendali sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Menkeu Terapkan AI di INSW untuk Tingkatkan Penerimaan Negara
Menkeu Purbaya rencanakan aplikasi AI di INSW untuk integrasi data dan meningkatkan potensi penerimaan negar...
10 UMKM Pangan Masuk 19 Gerai AEON, Akses Pasar Modern Terbuka
Sepuluh UMKM pangan binaan Kemendag resmi masuk ke 19 gerai AEON Indonesia, membuka akses pasar ritel modern...
IHSG Melemah 0,14% pada Jeda Siang 10 September 2026
IHSG turun 0,14% ke 6.668,52 pada jeda siang 10 Sep 2026, terdorong kenaikan harga minyak Brent dan sentimen...
IHSG Dibuka Menguat ke 6.688,17 pada 10 September 2026
IHSG dibuka menguat ke 6.688,17 pada 10 September 2026, didorong sektor teknologi dan energi serta sentimen...
Harga Emas Pegadaian: Galeri24 & UBS Naik 10 Sep 2026
Emas Galeri24 naik Rp14.000/gram jadi Rp2.587.000 dan UBS naik Rp15.000/gram jadi Rp2.600.000 pada 10 Sep 20...
Harga Emas Antam Naik Rp15.000, 1 Gram Rp2.625.000
Harga emas Antam naik Rp15.000 per gram menjadi Rp2.625.000 pada 10 September 2026; rincian harga per berat...