Lokal

Jembatan Gantung Rusak di Padangsidimpuan, Kejari Dalami Kasus Pirngadi

Bagikan:
Jembatan gantung rusak di Kelurahan Batunadua Jae, Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, Medan, dan Medan Utara — Tiga perkembangan penting tercatat: sebuah jembatan gantung di Kelurahan Batunadua Jae, Kecamatan Batunadua, Kota Padangsidimpuan mengalami kerusakan berat pada Kamis (10/9) sehingga warga petani terpaksa melewati sungai; Kejaksaan Negeri Medan masih mendalami dugaan korupsi di kegiatan belanja barang dan jasa RSUD Dr Pirngadi Tahun Anggaran 2023-2024; dan Wakil Ketua DPRD Kota Medan mendukung wacana pemberian ongkos gratis bagi pelajar, terutama dari keluarga prasejahtera.

Jembatan gantung nyaris ambruk, akses sawah terputus

Pada Kamis (10/9) kondisi di lokasi menunjukkan kabel penyanggah utama jembatan gantung menuju areal persawahan Sihoring koring putus. Akibatnya, lantai jembatan berbahan plat besi bordes miring sehingga tidak dapat dilewati.

Warga setempat menyebut jembatan itu sebagai satu-satunya akses ke lahan pertanian. Kerusakan kabel dan sejumlah batang besi penggantung lantai tampak berkarat, diduga karena usia dan kurangnya perawatan.

Situasi ini memaksa para petani menyeberang sungai untuk mencapai sawah dan ladang mereka. Kondisi berisiko ini memerlukan penanganan cepat dari pemerintah daerah agar aktivitas pertanian dan keselamatan warga tidak terganggu.

Kejari Medan dalami dugaan korupsi di RSUD Dr Pirngadi

Kejaksaan Negeri Medan tengah mengusut dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan belanja barang dan jasa yang bersumber dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di RSUD Dr Pirngadi untuk Tahun Anggaran 2023 dan 2024. Nilai pagu anggaran perkara mencapai Rp23,8 miliar.

Penyidik telah memeriksa sejumlah pihak terkait, termasuk mantan Direktur RSUD Dr Pirngadi, Suhartono, serta mantan Pejabat Pembuat Komitmen, Ahmad Barli. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami perkara dan melengkapi alat bukti yang diperlukan dalam penyidikan.

Proses penyidikan masih berjalan. Kejaksaan menyatakan akan terus menindaklanjuti bila ditemukan bukti cukup untuk naik ke tahap penetapan tersangka atau langkah hukum lainnya.

DPRD Medan dukung usulan ongkos gratis bagi pelajar

Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Hj Sri Rezeki, menyatakan dukungan terhadap usulan pemberian ongkos gratis bagi pelajar, khususnya bagi anak dari keluarga prasejahtera dan wilayah Medan Utara. Ia meminta pemerintah kota melalui OPD terkait merumuskan regulasi agar program bisa direalisasikan.

Pada dasarnya saya mendukung usulan ongkos gratis bagi pelajar di Medan. Apalagi sasarannya pelajar dari keluarga prasejahtera, terkhusus wilayah Medan Utara.

Politisi ini menilai program tersebut bisa meringankan beban biaya pendidikan keluarga tidak mampu. Langkah selanjutnya adalah penyusunan aturan teknis dan kajian anggaran oleh Pemko Medan.

Pandangannya lebih luas, jembatan yang rusak menuntut perbaikan darurat agar produktivitas pertanian tidak menurun. Sementara kasus di RSUD Pirngadi dan wacana ongkos pelajar menunjukkan fokus pengawasan anggaran publik dan upaya pengurangan beban biaya pendidikan. Semua pihak terkait di daerah diminta segera bertindak untuk menjamin keselamatan warga, akuntabilitas anggaran, dan akses pendidikan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait