Jalan Rusak di Dairi Hambat Petani, 671 KM Alami Kerusakan
SIDIKALANG — Petani di Kabupaten Dairi, khususnya warga Desa Pardomuan, mengeluhkan kerusakan jalan yang parah dan berkepanjangan. Kerusakan terjadi di ruas jalan kabupaten dan jalan provinsi, membuat distribusi hasil pertanian terhambat dan akses menuju Pasar Sidikalang terputus sebagian. Data Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Dairi menunjukkan ada ribuan kilometer jalan yang perlu perbaikan.
Kerusakan jalan di Desa Pardomuan
Warga Desa Pardomuan melaporkan kerusakan badan jalan telah berlangsung selama tiga tahun. Sejumlah titik rusak parah berada di kawasan Dusun Gunung Merah, dengan panjang sekitar 7 kilometer.
Jalan itu menjadi urat nadi ekonomi bagi Desa Pardomuan, Lae Itam, Laemarkelang, dan Laeluhung karena menjadi satu-satunya akses ke Pasar Sidikalang. Akibatnya, pengangkutan hasil pertanian sering tertunda karena sopir truk enggan melintas saat badan jalan belum kering.
Dampak pada petani dan aktivitas sehari-hari
Kerusakan jalan tidak hanya menghambat distribusi hasil panen, tetapi juga menyulitkan warga memenuhi kebutuhan pokok. Sekolah dan layanan publik ikut terdampak karena rute utama kondisinya rusak parah.
"Kondisi jalan sudah sangat parah. Saya setiap mau ke sekolah harus melalui jalan yang rusak ini. Para petani juga mengeluh dan bersungut-sungut saat melalui jalan provinsi ini,"
Kutipan di atas disampaikan oleh Kepala SMP Negeri 3 Kecamatan Pegagan Hilir, yang sehari-hari melintasi ruas jalan tersebut dan menyaksikan sendiri dampak pada komunitas lokal.
Data kerusakan jalan Kabupaten Dairi
Menurut data Dinas PUTR Dairi per 20 Juli, total panjang ruas jalan kabupaten mencapai 1.608 kilometer. Kondisi kerusakan terbagi sebagai berikut:
| Kategori | Panjang (KM) |
|---|---|
| Rusak berat | 671 |
| Rusak sedang | 576 |
| Rusak ringan | 95 |
Respons Dinas PUTR
Sekretaris Dinas PUTR Dairi menyampaikan angka total ruas jalan dan kondisi kerusakan. Namun, saat ditanya berapa kilometer yang akan diperbaiki pada 2026, ia tidak dapat merinci jumlahnya. Ia menyebut penentuan proyek berada pada pejabat pelaksana teknis atau PPK (Pejabat Pembuat Komitmen).
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUTR menambahkan bahwa belum ada angka pasti berapa kilometer yang akan dibangun atau diperbaiki tahun ini, karena penanggung jawab proyek tidak hanya satu orang.
Warga berharap perbaikan segera dilakukan agar aktivitas ekonomi kembali lancar. Pemantauan kondisi jalan dan penjadwalan perbaikan dianggap penting untuk mencegah kerugian lanjutan bagi petani dan pengguna jalan lainnya.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Medan: PN Tolak Gugatan 101 Pensiunan, Panik di Grand Polonia
PN Medan menolak gugatan 101 pensiunan PTPN; warga Grand Polonia panik Senin petang; Satlantas selidiki tabr...
Satgas Pamtas Yonif 126 Disambut Khidmat di Dermaga Belawan
Satgas Pamtas Yonif 126 disambut di Dermaga Gudang 104 Belawan pada 20 Juli 2026 usai bertugas menjaga perba...
Ledakan di Kompleks Grand Polonia Medan Diduga dari Kebocoran Gas
Polrestabes Medan menyebut ledakan di Kompleks Grand Polonia (20/7) diduga akibat kebocoran pipa gas tanam;...
DPRD Minta Evaluasi Direksi PT PPSU Usai Sepinya PRSU
DPRD Sumut minta evaluasi atau pergantian direksi PT PPSU setelah PRSU 2026 sepi pengunjung; sorotan pada ti...
Polda Sumut Gelar Perkara Dugaan Penggunaan Gelar M.Pd Palsu
Ditreskrimsus Polda Sumut gelar perkara soal dugaan penggunaan gelar M.Pd palsu oleh Kristi Wilson Sinurat;...
Polda Sumut Usut Dugaan Penganiayaan Remaja oleh Satpol PP Deliserdang
Polda Sumut menyelidiki dugaan penganiayaan remaja 16 tahun oleh oknum Satpol PP Deliserdang saat razia di K...