Ribuan Warga Nobar Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Merdeka Langsa
LANGSA — Ribuan warga memadati Lapangan Merdeka Kota Langsa untuk mengikuti nonton bareng (nobar) Final FIFA World Cup 2026 antara Spanyol dan Argentina, yang digelar Pemerintah Kota Langsa pada Senin dini hari, 20 Juli 2026. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mempererat kebersamaan dan menghadirkan ruang publik yang aman dan inklusif.
Antusiasme dan Kehadiran Pejabat
Kerumunan warga datang tidak hanya dari Kota Langsa, tetapi juga dari Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Antusiasme terlihat sejak sebelum pertandingan dimulai, dengan pengunjung memenuhi area di sekitar dua layar lebar yang dipasang.
Acara dihadiri langsung oleh Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S Putra SE, Ketua DPRK Langsa Melvita Sari, Sekretaris Daerah Suhartini, unsur Forkopimda Plus, para asisten dan pimpinan OPD. Pimpinan Cabang Bank Aceh Syariah Langsa juga hadir mendampingi kegiatan.
Doorprize dan Hadiah Tebak Skor
Pemko dan sponsor menyediakan berbagai hadiah untuk menambah keseruan. Bank Aceh Syariah Cabang Langsa mensponsori pembagian 54 doorprize yang diserahkan langsung oleh Wali Kota dan pimpinan daerah kepada warga beruntung.
Selain itu, Wali Kota menyediakan hadiah khusus berupa Rp200.000 untuk masing-masing dari 50 peserta yang berhasil menebak skor akhir pertandingan. Syaratnya, peserta mengunggah swafoto dari lokasi nobar dan menulis prediksi skor melalui akun Instagram resmi Wali Kota.
Fasilitas dan Dukungan Teknis
Pemerintah kota juga menyediakan konsumsi gratis sebagai bentuk pelayanan publik. Pengunjung dapat menikmati kudapan dan minuman secara cuma-cuma, sementara Dinas Sosial menyiapkan 2.000 porsi mi instan dan kopi.
- Kacang rebus
- Jagung rebus
- Air mineral
- 2.000 porsi mi instan dan kopi (Dinas Sosial)
Pelaksanaan nobar didukung TVRI sebagai official broadcaster Piala Dunia 2026, sehingga publik dapat menyaksikan laga melalui dua videotron besar yang dipasang di ruang publik.
Pesan Wali Kota
“Alhamdulillah, atas rahmat Allah SWT malam ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk bersama-sama menyaksikan Final Piala Dunia 2026. Kegiatan ini bukan sekadar menonton pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan masyarakat Kota Langsa,” ujar Wali Kota Jeffry Sentana.
Jeffry menyebut ini adalah sesi nobar keempat dan pertama kali memanfaatkan videotron ruang publik untuk Piala Dunia. Ia berharap kegiatan serupa terus digelar untuk ajang olahraga internasional lainnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap sportivitas dan kondusif meski berbeda pilihan tim, serta menunaikan Salat Subuh setelah acara selesai.
Makna dan Dampak
Nobar Final Piala Dunia 2026 di Langsa tidak hanya menjadi ajang hiburan. Kegiatan ini memperkuat hubungan pemerintah dan masyarakat serta menegaskan komitmen pemda dalam menghadirkan ruang publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh warga kota.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Medan: PN Tolak Gugatan 101 Pensiunan, Panik di Grand Polonia
PN Medan menolak gugatan 101 pensiunan PTPN; warga Grand Polonia panik Senin petang; Satlantas selidiki tabr...
Satgas Pamtas Yonif 126 Disambut Khidmat di Dermaga Belawan
Satgas Pamtas Yonif 126 disambut di Dermaga Gudang 104 Belawan pada 20 Juli 2026 usai bertugas menjaga perba...
Ledakan di Kompleks Grand Polonia Medan Diduga dari Kebocoran Gas
Polrestabes Medan menyebut ledakan di Kompleks Grand Polonia (20/7) diduga akibat kebocoran pipa gas tanam;...
DPRD Minta Evaluasi Direksi PT PPSU Usai Sepinya PRSU
DPRD Sumut minta evaluasi atau pergantian direksi PT PPSU setelah PRSU 2026 sepi pengunjung; sorotan pada ti...
Polda Sumut Gelar Perkara Dugaan Penggunaan Gelar M.Pd Palsu
Ditreskrimsus Polda Sumut gelar perkara soal dugaan penggunaan gelar M.Pd palsu oleh Kristi Wilson Sinurat;...
Polda Sumut Usut Dugaan Penganiayaan Remaja oleh Satpol PP Deliserdang
Polda Sumut menyelidiki dugaan penganiayaan remaja 16 tahun oleh oknum Satpol PP Deliserdang saat razia di K...