Lokal

Polisi Temukan Airsoftgun, 4 Pengaku Wartawan Diduga Memeras Kades

Bagikan:
Polisi mengamankan empat pria diduga pelaku pemerasan di Samosir

PANGURURAN — Empat pria yang mengaku wartawan diduga melakukan pemerasan terhadap beberapa kepala desa di Kecamatan Simanindo. Polisi menangkap mereka setelah ditemukan satu unit airsoftgun tersembunyi di dalam mobil yang mereka tumpangi.

Keterangan itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Samosir, Iptu Antonius Hutahaean, saat konferensi pers di aula Polres Samosir, Sabtu (19/9). Modus yang dilaporkan adalah meminta uang dengan dalih agar "kasus" tidak dinaikkan dan merekam kegiatan di sejumlah desa.

Penemuan airsoftgun dalam mobil

Iptu Antonius mengatakan senjata mainan tersebut ditemukan tersembunyi di bagian belakang mobil para terduga pelaku. Namun, menurutnya, benda itu tidak sempat digunakan.

"Kita temukan tersembunyi di bagian belakang mobil para terduga pelaku. Akan tetapi airsoftgun tersebut tidak digunakan oleh terduga pelaku, jadi hanya disimpan di dalam mobil,"

Temuan ini menambah bukti saat warga menangkap dan menyerahkan mereka kepada polisi untuk diproses.

Modus, korban, dan jumlah uang

Antonius menyampaikan para pelaku mendatangi sejumlah desa dan sekolah di wilayah Samosir. Satu orang diduga merekam, sementara tiga lainnya menanyakan kepala desa, dana desa, dan BUMDes serta meminta uang.

Ketua Apdesi Kecamatan Simanindo, Jannes Rumahorbo, melaporkan kejadian itu ke polisi setelah beberapa kepala desa menjadi korban pada 15-16 September 2026. Menurut Jannes, para pelaku mengaku wartawan dari wilayah Siantar dan Simalungun, lalu meminta sejumlah uang dengan nilai berbeda di tiap lokasi.

  • Desa Garoga: Rp1.000.000
  • Desa Tomok Parsaoran: Rp1.000.000
  • Desa Unjur: Rp600.000
  • Tomok Induk: Rp200.000
  • Desa Parmonangan: Rp100.000

"Pertama mereka datang ke kepala desa dan meminta empat juta. Mereka mengatakan uang itu supaya kasus tidak dinaikkan. Mereka mengaku wartawan dari Siantar dan Simalungun,"

Penangkapan dan proses

Menurut keterangan, para terduga pelaku ditangkap setelah warga di beberapa desa curiga dan mengamankan mereka. Warga selanjutnya menyerahkan para pelaku ke pihak kepolisian untuk diproses.

Antonius menyatakan pihak kepolisian akan memeriksa bukti-bukti dan keterangan saksi untuk menentukan penyidikan lebih lanjut. Sementara korban mengaku memberikan uang secara terpaksa dan tidak ikhlas, sehingga melaporkan kejadian tersebut ke APDESI Kecamatan Simanindo.

Dampak dan tindak lanjut

Kasus ini menimbulkan keprihatinan di kalangan pemerintahan desa karena menggunakan kedok peliputan untuk menekan kepala desa. Polisi berjanji menindaklanjuti pemeriksaan dan memastikan tidak ada upaya intimidasi berlanjut.

Penyidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian akan menahan bukti serta memanggil saksi untuk menguatkan kasus. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap klaim identitas wartawan yang meminta uang tunai.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait