Perjudian Dadu Kopyok di Eks Sky Garden Binjai Kembali Beroperasi
Binjai — Permainan judi dadu kopyok (samkwan) yang berlokasi di lahan bekas Sky Garden, Jalan Sei Petani, Kelurahan Tanah Seribu, Kecamatan Binjai Selatan, kembali beroperasi setelah sempat ditutup beberapa hari. Warga menduga ada kongkalikong antara panitia penyelenggara dan aparat, sehingga aktivitas itu bisa buka lagi, Sabtu (19/9).
Aktivitas kembali buka dan reaksi warga
Menurut warga sekitar, lapak judi tutup selama tiga hari lalu kembali beroperasi. Warga menyebut panitia tampak tak khawatir terhadap tindakan penegak hukum.
“Kemarin tutup 3 hari, semalam uda buka lagi lapaknya bang. Kayaknya sudah dilobi atau panitianya mau tes ombak sama aparat bang,”
Warga lain menegaskan keberatan atas keberadaan lokasi itu di lingkungan pemukiman. Mereka khawatir reputasi dan keamanan kawasan terganggu.
“Kami tidak mau kampung kami di cap kampung 303 (judi),”
Kecurigaan ada pengelola dan setoran
Informasi yang beredar di kalangan warga menyebutkan bandar yang diduga menyuplai kegiatan judi di lokasi berinisial HC. HC disebut warga sebagai warga keturunan Tionghoa dan disebut diduga melakukan setoran mingguan kepada petugas.
Sumber yang mengaku mengetahui kondisi di lapangan menyatakan, jika benar ada penindakan, lokasi biasanya dikabari dulu agar sempat dikosongkan.
“Nggak akan berani aparat nyentuhnya itu, sudah cukup lama beroperasi dia itu, namun tindakan aparat tidak ada, paling kalau mau digerebek diduga pasti dikabari petugas agar lokasi dikosongkan,”
Dampak terhadap lingkungan
Warga mengkhawatirkan masuknya orang luar yang bermain judi ke kawasan permukiman. Selain keresahan sosial, ada kekhawatiran gangguan keamanan dan aktivitas warga sehari-hari terganggu.
Salah seorang warga bernama SR mempertanyakan janji penindakan yang sempat disampaikan aparat kepolisian.
“Kalau memang mau digerebek, kenapa dibiarkan lagi, apa memang direstui petugas?”
Sikap Kepolisian
Kapolres Binjai, AKBP Bimo Moernanda, menyatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut dan mengecek langsung lokasi di eks Sky Garden.
“Terima kasih informasinya, akan kami cek dan tindak lanjuti,”
Prospek penindakan
Sampai saat ini warga menunggu langkah konkret dari aparat setelah pengakuan dan kekhawatiran mereka tersebar. Penindakan yang transparan dan komunikasi antarwarga serta polisi dianggap penting untuk mengembalikan ketenangan lingkungan.
Jika pengawasan diperketat, warga berharap lokasi judi ini tidak lagi menjadi sumber keresahan dan stigma negatif bagi kawasan eks Sky Garden.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Pemerintah Turunkan Bunga PNM Mekar menjadi 8% Flat per Tahun
Pemerintah menargetkan suku bunga PNM Mekar diturunkan menjadi 8% flat per tahun, didukung subsidi Rp2,6 tri...
Golkar Labura Terima SK Kepengurusan 2025–2030, Fokus Konsolidasi
DPD Golkar Labuhanbatu Utara menerima SK kepengurusan 2025–2030 dan menargetkan konsolidasi serta regenerasi...
Razia di Rutan Banda Aceh, Senjata Tajam dan Benda Terlarang Ditemukan
Razia gabungan di Rutan Kelas IIB Banda Aceh menemukan senjata tajam dan barang terlarang, namun tidak menem...
Wali Kota: Sabang Potensial Jadi Gerbang Ekonomi dan Hub Maritim
Wali Kota Sabang hadir di seminar IKAL Aceh dan sebut Sabang berpotensi jadi hub maritim serta butuh kepasti...
Reses DPRK Subulussalam: Warga Keluhkan Lampu Jalan, Usulkan BLK Kecamatan
Warga Penanggalan keluhkan lampu jalan padam, usulkan BLK kecamatan, air bersih, dan penambahan kursi DPRK p...
Tuntutan 3 Tahun untuk Dua PSK Terkait Pemerasan ASN BPN di Medan
Dua PSK, Fajar dan Junia, dituntut tiga tahun penjara atas pemerasan terhadap ASN BPN Nias, Apriaman Lase, y...