Jakarta Perluas Car Free Day ke Rasuna Said, Jam Operasi Diperpanjang
Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperluas area Car Free Day (CFD) dengan menambah koridor Rasuna Said–Kuningan mulai uji coba 10 Mei. Keputusan ini disampaikan oleh Gubernur Pramono Anung untuk memberikan lebih banyak ruang publik pejalan kaki dan mengurangi kepadatan di pusat bisnis.
Perluasan rute dan perubahan jadwal
Menjadi pelengkap rute lama di Sudirman–MH Thamrin, koridor Rasuna Said akan memulai uji coba perpanjangan jam operasi CFD pada 10 Mei. Saat ini CFD berlangsung pukul 06.00–10.00, namun jadwal baru dimajukan menjadi mulai pukul 05.30 sampai pukul 10.00.
"The Car Free Day area will not only cover Sudirman–Thamrin, but also Rasuna Said," ujar Pramono usai peresmian gedung Dinas Pemuda dan Olahraga Jakarta.
Menurut Pramono, pelaksanaan di Sudirman–Thamrin akan menyusul dalam fase berikutnya dan ditargetkan mulai pukul 05.30 pada awal Juni.
"However, I am planning for the Sudirman–Thamrin Car Free Day to start at 5:30 a.m. beginning in early June," tambahnya.
Pekerjaan fisik dan revitalisasi koridor
Sebagai bagian dari revitalisasi, Pemprov DKI membongkar tiang monorel yang tidak terpakai di sepanjang Rasuna Said. Dinas Bina Marga telah membongkar 109 tiang hingga saat ini.
Pemulihan koridor dirancang untuk menjadikan kawasan lebih ramah pejalan kaki. Pekerjaan yang direncanakan meliputi:
- Pelebaran trotoar untuk menampung pejalan kaki lebih banyak,
- Peningkatan sistem drainase untuk mengurangi genangan,
- Pembangunan taman baru dan penambahan ruang terbuka hijau,
- Perbaikan fasilitas pendukung seperti penerangan dan aksesibilitas.
Tujuan, dampak, dan jadwal teknis
Perpanjangan jam dan penambahan koridor bertujuan memberi warga lebih banyak waktu di ruang publik tanpa kendaraan, sekaligus mereduksi kemacetan di pusat bisnis. Persiapan di Rasuna Said ditargetkan rampung pada awal Juni, bertepatan dengan perayaan ulang tahun Jakarta.
Langkah ini juga membuka peluang bagi pengembangan aktivitas ekonomi lokal di area CFD, seperti pedagang kaki lima dan komunitas olahraga pagi. Pemerintah berharap perubahan bertahap ini dapat meningkatkan kualitas ruang publik dan mobilitas pejalan kaki.
Catatan: Pemerintah akan memantau pelaksanaan uji coba sebelumnya untuk menentukan penyesuaian teknis dan operasional selanjutnya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wanita di Bandar Lampung Menangis saat Buaya Muara 2 Meter Diambil
Seorang wanita di Bandar Lampung menangis saat petugas mengevakuasi buaya muara ~2 meter yang dipelihara sej...
Koster Tetapkan Batas: Semua Papan Nama di Bali Wajib Aksara Bali hingga Apr 2027
Gubernur Bali Wayan Koster memberi tenggat akhir April 2027 bagi pemasangan aksara Bali pada papan nama publ...
PPBN 2026 Siapkan Generasi Muda Jadi Duta Pelestari Batik
PPBN 2026 angkat tema Batik Derawan dan Maratua; ajang ini membekali generasi muda jadi duta budaya lewat ka...
HBRC Bandung Rayakan Anniversary ke-17 di Ciwidey
HBRC Bandung merayakan Anniversary ke-17 di Ciwidey dengan sekitar 1.000 peserta, memperkuat ikatan komunita...
BRI Junio x MLBB: Kartu Debit Edisi Khusus dan Beragam Benefit
BRI berkolaborasi dengan Mobile Legends luncurkan BRI Junio: kartu debit edisi khusus, hadiah collectible, c...
Pemerintah Larang Konser Israel Houghton di Jakarta karena Isu Keamanan
Pemerintah melarang konser Israel Houghton di Jakarta 24 Okt 2026 karena kekhawatiran keamanan dan dugaan du...