Lokal

Ketua NasDem Sumut Bela Ricky Antoni dan Kritik Sikap Gubernur

Bagikan:
Iskandar Ketua DPW NasDem Sumut memberi pernyataan tentang Ricky Antoni di Medan

Medan, Ketua DPW Partai NasDem Sumatera Utara, Iskandar ST, tegas membela kadernya, Wakil Ketua DPRD Sumut Ricky Antoni, pada Kamis (30/7). Iskandar menilai kritik Ricky terkait sikap Gubernur Bobby Nasution yang meninggalkan rapat paripurna bukan keliru, melainkan upaya menjaga marwah DPRD dan etika lembaga. Pernyataan ini sekaligus kritik terhadap saran gubernur agar Ricky "belajar lagi".

Pembelaan terhadap Ricky Antoni

Iskandar menegaskan bahwa pernyataan Ricky bukan serangan pribadi terhadap gubernur. Menurut dia, itu adalah bentuk pengawasan politik dan representasi kepentingan publik.

"Ricky Antoni itu tidak perlu belajar lagi. Apa yang disampaikan itu sudah benar," tegas Iskandar.

Ia menambahkan bahwa sikap Ricky mencerminkan posisi resmi Partai NasDem dalam menjaga kehormatan lembaga legislatif.

Etika rapat paripurna dan hubungan antar lembaga

Iskandar menggarisbawahi peran rapat paripurna sebagai agenda resmi dan tertinggi di DPRD. Karena itu, seluruh pihak yang hadir wajib menjaga etika kelembagaan dan penghormatan terhadap forum.

"Lembaga eksekutif itu setara dengan lembaga legislatif. Jadi harus saling menghormati, saling menghargai," kata Iskandar, menjelaskan pentingnya kesejajaran peran dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Ia memperingatkan bahwa jika kepala daerah terbiasa meninggalkan rapat, maka penghormatan terhadap legislatif berisiko menurun.

Respon terhadap gubernur dan tuntutan klarifikasi

Iskandar menilai respons Gubernur Bobby yang menyarankan Ricky "belajar lagi" tidak menyentuh substansi persoalan. Menurut Iskandar, yang lebih tepat adalah penjelasan alasan gubernur meninggalkan rapat paripurna.

Ia menekankan bahwa akar persoalan adalah etika penyelenggaraan pemerintahan dan penghormatan terhadap forum resmi DPRD, bukan komentar bernada merendahkan.

Dampak dan harapan ke depan

Iskandar berharap polemik ini menjadi pelajaran agar komunikasi antarlembaga tetap mengedepankan saling menghormati. Ia menilai menjaga hubungan harmonis antara eksekutif dan legislatif lebih penting untuk kepentingan masyarakat Sumatera Utara.

Dengan demikian, menurut Iskandar, kritik yang disampaikan Ricky layak dipertahankan sebagai bagian dari fungsi pengawasan legislatif dan upaya mempertahankan martabat lembaga.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait