Olahraga

Pelatih Iran Keluhkan Pembatasan Perjalanan di Piala Dunia 2026

Bagikan:
Amir Ghalenoei dan pemain Iran sedang diskusi usai pertandingan Piala Dunia 2026

Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, mengeluhkan pembatasan perjalanan dan perubahan lokasi yang menggangu persiapan tim selama Piala Dunia 2026. Keluhan muncul setelah laga pembuka Grup G pada Senin, 15 Juni 2026, di mana Iran menghadapi kendala logistik akibat pembatasan visa dan pertimbangan keamanan.

Perubahan markas dan jadwal mendadak

Awalnya federasi memindahkan markas tim dari Arizona, Amerika Serikat, ke Tijuana, Meksiko karena ketidakpastian terkait visa dan keamanan. Langkah ini membuat skuad Team Melli harus menyesuaikan rencana latihan dan akomodasi sejak tiba di Amerika Utara.

Setelah pertandingan melawan Selandia Baru pada 15 Juni 2026, tim sempat dijadwalkan menginap di Los Angeles untuk pemulihan dan kembali ke Tijuana keesokan harinya. Namun, rencana itu batal dan tim harus segera kembali ke Meksiko setelah pertandingan usai.

Dampak pada pemulihan pemain

Ghalenoei mengatakan pemulihan pemain terganggu karena pembatalan menginap itu. Perjalanan bolak-balik dalam waktu singkat membuat pemain tidak mendapatkan waktu istirahat yang optimal.

"Kami seharusnya menginap di sini malam ini untuk pemulihan dan kembali besok siang. Tetapi mereka tidak mengizinkannya," kata Ghalenoei.

Penyerang tim, Mehdi Taremi, menambahkan bahwa mobilitas padat dari Tijuana ke Los Angeles, lalu ke hotel dan stadion, membuat adaptasi menjadi sulit. Taremi mengatakan hal itu berdampak langsung pada kesiapan fisik tim.

"Ini tidak baik bagi kami, saya pikir ini juga tidak baik untuk sepak bola. Saya pikir FIFA harus membantu kami lebih dari ini," ujar Taremi.

Respons dan keterbatasan dukungan

Ghalenoei tidak merinci pihak yang memberlakukan pembatasan tersebut. Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari otoritas terkait soal klaim pembatasan itu. Taremi juga menyebut Presiden FIFA sempat mengunjungi ruang ganti Iran setelah laga, namun berharap dukungan tidak hanya bersifat simbolis.

"Situasi ini sangat buruk dan memengaruhi tim kami. Kami hanya menginginkan perdamaian," ucap Taremi.

Staf, media, dan prospek tim

Selain masalah perjalanan, beberapa ofisial dan anggota media Iran dilaporkan tidak dapat bergabung dengan tim karena kendala visa. Ketidakhadiran staf penting menambah beban organisasi tim di lapangan.

Meski terganggu, Iran berhasil mengamankan satu poin dari laga pembuka melawan Selandia Baru. Dengan poin tersebut, Team Melli masih menjaga peluang melaju ke fase gugur dan kini bersiap menghadapi laga selanjutnya di Grup G meski menghadapi tantangan di luar lapangan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait