IPF Tekankan Kolaborasi untuk Perkuat Industri Kemasan Indonesia
Indonesian Packaging Federation (IPF)
Pameran sebagai ajang koneksi dan pembelajaran
Menurut Hari, International Industrial Week membuka peluang bagi pelaku industri untuk saling belajar. Pameran menghadirkan praktik dan pengalaman dari berbagai pelaku yang bisa menjadi rujukan pengembangan industri.
Ia menilai acara itu memberi kesempatan mempelajari proses industri yang mampu menghasilkan nilai tambah lebih besar. Dengan demikian, perusahaan lokal dapat mengadopsi strategi yang terbukti efektif di pasar internasional.
IPF memposisikan diri sebagai penjembatan
IPF berperan menjembatani berbagai komponen rantai nilai, mulai dari hulu hingga pemilik merek. Peran ini penting agar komunikasi dan sinergi antara pihak terkait berlangsung lebih efektif.
"Peran IPF disana kita membridging (menjembatani). Membridging dari industri hulu, industri hilir, converter, brand owner, supaya mereka bisa unite, bisa mempunyai kerjasama yang baik,"
Melalui fungsi itu, IPF berharap tercipta kolaborasi yang konkret antar pelaku usaha. Kolaborasi dimaksud mencakup pertukaran pengetahuan, sumber daya, dan akses ke investor.
Kolaborasi untuk menghadapi persaingan global
Hari menekankan bahwa kemajuan industri hanya mungkin dicapai lewat berbagi nilai dan sumber daya. Tanpa mitra strategis, perusahaan akan sulit bersaing dalam pasar yang semakin masif.
"Kita bisa belajar dari mereka bagaimana bisa mencapai satu tahapan industri yang bisa memberikan added value yang lebih besar tentunya. Dan ini sangat penting untuk industri kita supaya kita bisa lebih berdaya,"
"Gak ada kompetisi saat ini yang kita bisa jalan sendiri. Karena begitu masifnya kompetisi disana sehingga kita perlu mitra-mitra strategis,"
Dengan memperkuat jaringan dan aliansi, IPF berharap industri kemasan Indonesia mampu meningkatkan daya saing dan kapasitas produksi. Langkah ini dianggap krusial untuk memperbesar peran industri dalam rantai nilai regional dan global.
Menuju sinergi yang berkelanjutan
Hadirnya investor dan mitra internasional di pameran memberi peluang nyata untuk membangun kerja sama jangka panjang. Ke depan, upaya pembelajaran dan pertukaran pengalaman diharapkan berlanjut menjadi program kolaboratif yang lebih terstruktur.
IPF menempatkan kolaborasi sebagai strategi utama untuk mendorong transformasi industri kemasan menjadi lebih bernilai dan kompetitif.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
IHSG Diperkirakan Melemah, Pasar Cermati Laju Inflasi
IHSG diperkirakan melemah dan menguji level 6.000 di tengah aksi jual asing serta kenaikan inflasi September...
DJP Percepat Pemungutan PPh 22 melalui Empat Lokapasar
DJP mempercepat pemungutan PPh Pasal 22 melalui lokapasar mulai 1 Oktober 2026; empat platform ditunjuk dan...
Dua Wamenkeu Dilantik, Kemenkeu Perkuat Pelaksanaan APBN
Luky Alfirman dan Nurkholisoh Ibnu Aman dilantik sebagai Wamenkeu pada 1 Okt 2026 untuk memperkuat pelaksana...
Rupiah Turun ke Rp17.966 di Tengah Ketidakpastian AS–Iran
Rupiah melemah 0,40% ke Rp17.966 per dolar pada 1 Okt 2026, terdorong ketidakpastian AS–Iran dan pergeseran...
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...