Investor Asing Catat Net Buy Rp1,62 T di Pasar Saham Juli 2026
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat investor asing kembali mencatat pembelian bersih atau net buy sebesar Rp1,62 triliun di pasar saham Indonesia pada Juli 2026. Data ini diumumkan pada konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026. Masuknya dana asing disebut mendorong penguatan indeks dan likuiditas pasar.
Aliran dana asing dan pergerakan IHSG
Masuknya dana asing pada Juli 2026 ikut mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG ditutup pada level 6.236,13, atau naik 10,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini tercatat seiring meredanya tekanan jual oleh investor asing.
Tekanan jual investor asing di pasar saham mulai mereda. Sepanjang Juli 2026 tercatat terjadi net buy asing sebesar Rp1,62 triliun.
Likuiditas dan spread perdagangan
OJK menyampaikan likuiditas pasar membaik sepanjang Juli. Bukti perbaikan terlihat dari penyempitan rata-rata bid-ask spread menjadi 1,33 persen, turun dari 1,75 persen pada Juni. Kondisi ini meningkatkan kenyamanan transaksi bagi pelaku pasar.
Kinerja reksa dana dan pertumbuhan investor
Industri pengelolaan investasi juga menunjukkan perbaikan. Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp663,26 triliun per 30 Juli 2026, naik 1,59 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Investor reksa dana membukukan net subscription sebesar Rp3,43 triliun selama Juli.
Sampai akhir Juli 2026, jumlah investor pasar modal terus bertambah. Total Single Investor Identification (SID) mencapai 30,06 juta setelah penambahan sekitar 1,1 juta SID selama Juli.
Himpunan dana dan pipeline penerbitan
Aktivitas penghimpunan dana di pasar modal tetap tinggi. Nilai emisi mencapai Rp121,96 triliun hingga akhir Juli 2026. OJK juga mencatat adanya sejumlah rencana penawaran umum yang masih dalam antrean.
Ada 15 rencana penawaran umum yang berada dalam antrean, tiga di antaranya melalui IPO. Itu menunjukkan minat perusahaan untuk mencari pendanaan melalui pasar modal tetap tinggi.
- Nilai net buy asing: Rp1,62 triliun
- Penutupan IHSG: 6.236,13 (naik 10,51%)
- NAB reksa dana: Rp663,26 triliun
- Net subscription reksa dana: Rp3,43 triliun
- Total SID: 30,06 juta
- Himpunan dana pasar modal: Rp121,96 triliun
- Pipeline penawaran umum: 15 (termasuk 3 IPO)
Implikasi dan prospek
Perbaikan sentimen baik domestik maupun global menjadi kunci pengembalian modal asing. Selain itu, peningkatan likuiditas dan minat perusahaan untuk go public dapat memperkuat momentum pasar. Ke depan, pergerakan aliran modal asing dan kondisi likuiditas akan tetap menjadi indikator penting bagi kelanjutan penguatan pasar saham.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
OJK Bentuk Satgas Siapkan Pengawasan Bursa Mineral 2027
OJK membentuk Satgas BMKS untuk menyiapkan regulasi dan pengawasan Bursa Mineral yang berlaku mulai 1 Januar...
Pemerintah Gelontorkan Insentif untuk 500 Ribu Mobil Listrik
Pemerintah akan memberi insentif PPnBM untuk 500 ribu kendaraan listrik; pengumuman resmi oleh Presiden dija...
Menkeu: Penjualan Mobil Naik, Daya Beli Masyarakat Tetap Terjaga
Menkeu Purbaya: penjualan mobil Juli 2026 naik 32,9% dan motor 1,1%, menandakan daya beli masyarakat tetap t...
Rupiah Melemah ke Rp18.027, Konflik AS-Iran Tekan Pasar
Rupiah melemah ke Rp18.027 per dolar AS pada 4 Agustus 2026 akibat memanasnya konflik AS-Iran dan sentimen r...
OJK: Penarikan SAL Tak Ganggu Likuiditas Perbankan
OJK memastikan penarikan SAL tidak mengganggu likuiditas perbankan karena indikator masih di atas ambang ama...
OJK: Penghimpunan Dana Pasar Modal Capai Rp113,13 T per Juli 2026
OJK mencatat penghimpunan dana pasar modal mencapai Rp113,13 triliun hingga Juli 2026, didominasi penerbitan...