Politik

Lumajang Segera Cairkan Insentif untuk 1.964 Guru Non-ASN Rp500.000

Bagikan:
Ketua Komisi D DPRD Lumajang Supratman menjelaskan pencairan insentif guru non-ASN

Lumajang — Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang, Supratman, menyatakan dana insentif bagi guru non-ASN akan segera dicairkan setelah proses administrasi dan verifikasi data rampung. Pengumuman ini disampaikan Rabu, 1 Juli 2026, berkaitan dengan bantuan untuk 1.964 tenaga pendidik senilai Rp 500.000 per orang.

Rincian penerima dan proses pencairan

Menurut Supratman, besaran insentif ditetapkan sebesar Rp 500.000 untuk tiap penerima. Namun, pencairan belum dilakukan karena pemerintah daerah masih menyelesaikan administrasi dan memastikan kelayakan penerima.

“Untuk guru non-ASN, dana insentif akan segera cair. Semuanya itu butuh proses dan waktu untuk administrasi.

Yang diverifikasi betul-betul guru yang masih aktif dan yang sudah tidak aktif, terutama guru non-ASN,”

Verifikasi ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak masuk ke rekening guru yang sudah tidak aktif atau tidak memenuhi syarat.

Keterlibatan organisasi pendidik

Proses pendataan melibatkan sejumlah organisasi terkait, termasuk Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi). Supratman menyebut pihak terkait ikut mengawal agar data penerima akurat.

“Tahun depan, lembaga yang lebih dulu menyelesaikan proposal akan lebih dulu dicairkan. Ketua Himpaudi juga sudah mengantisipasi agar guru yang tidak aktif tidak masuk dalam daftar penerima.

Kami ucapkan selamat kepada guru-guru yang akan menerima. Semoga bermanfaat,”

Dengan keterlibatan organisasi lokal, DPRD berharap penyaluran berjalan cepat dan minim kesalahan data.

Hubungan dengan kebijakan anggaran dan janji politik

Supratman menambahkan realisasi insentif ini merupakan bagian dari janji politik Bupati dan Wakil Bupati Lumajang. Beberapa program yang dijanjikan sudah masuk dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026.

Selain insentif guru, kata Supratman, alokasi anggaran juga diprioritaskan untuk perbaikan jalan dan sektor kesehatan. Pemerintah daerah berencana menata jalan raya agar lebih aman dan nyaman bagi warga.

Penyaluran insentif bergantung pada kelengkapan administrasi dan hasil verifikasi; pihak terkait di tingkat daerah terus melakukan pendataan agar bantuan tepat sasaran dan segera dinikmati para pendidik.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait