Ekonomi

Indosolar 2026 Dorong Percepatan Energi Surya di Indonesia

Bagikan:
Pameran Indosolar 2026 menampilkan panel surya dan diskusi kebijakan energi

Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI)

Tujuan acara dan dorongan kebijakan

Indosolar 2026 dirancang untuk menyatukan berbagai pihak agar strategi pengembangan energi surya berjalan serentak. Pemerintah menekankan pentingnya transisi energi sebagai upaya menjaga ketahanan pasokan dan stabilitas harga.

"Kondisi geopolitik global dapat memengaruhi ketahanan energi suatu negara. Konflik di kawasan strategis berpotensi mengganggu jalur pasok energi dunia,"

Yuliot Tanjung, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, menyampaikan bahwa gangguan pasokan dapat menaikkan harga energi dan menekan daya beli masyarakat.

Target bauran EBT dan potensi energi surya

Pemerintah memasang target bauran energi baru terbarukan 18–21% pada 2026. Indonesia memiliki potensi terbarukan besar, terutama dari sumber surya dan panas bumi.

Menurut data yang disampaikan, potensi energi terbarukan Indonesia mencapai sekitar 6.600 gigawatt dari surya dan panas bumi. Namun, kapasitas yang baru dimanfaatkan tercatat sekitar 16 gigawatt, kurang dari 0,5% dari total potensi.

"Pemerintah menargetkan bauran energi baru terbarukan mencapai 18 hingga 21 persen pada 2026,"

Diversifikasi energi dan pengelolaan limbah

Selain memperluas pemanfaatan surya, pemerintah mendorong diversifikasi melalui program biodiesel B40. Langkah ini dimaksudkan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Pengelolaan limbah juga disebut sebagai sumber energi alternatif. Sampah organik dapat diolah menjadi biogas, sementara sampah yang tidak dapat didaur ulang bisa dikonversi menjadi energi atau bahan bakar.

Kerja sama internasional dan penguatan infrastruktur

Pemerintah menilai kerja sama dengan mitra internasional penting untuk mempercepat transisi. Salah satu kerja sama yang disorot adalah kolaborasi dengan Jerman.

"Kerja sama tersebut mencakup dukungan teknologi, peningkatan kapasitas, dan investasi. Upaya ini turut mendukung target Indonesia mencapai net zero emission sektor energi pada 2060,"

Pemerintah juga berfokus pada pengembangan sumber energi lain sekaligus penguatan infrastruktur, termasuk:

  • Pengembangan pembangkit tenaga surya, panas bumi, dan hidro
  • Peningkatan jaringan transmisi untuk memperkuat sistem kelistrikan
  • Peluang pasar karbon dan mekanisme pengurangan emisi

Melalui Indosolar 2026, AESI mendorong sinergi lintas sektor agar proyek energi surya dapat berjalan lebih cepat, investasi mengalir, dan ketahanan energi nasional semakin kuat.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait