Olahraga

Indonesia Pro-Am 2026 Terapkan Format Pro-Am Berbeda

Bagikan:
Pegolf bertanding di Gunung Geulis Country Club saat Indonesia Pro-Am 2026

The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026 menerapkan format pertandingan berbeda dari Pro-Am pada umumnya. Turnamen yang berlangsung pada 19-21 Agustus di Gunung Geulis Country Club menggabungkan pegolf profesional dan amatir, namun setiap pemain tetap memainkan bolanya sendiri dan skor amatir disesuaikan dengan handicap.

Format pertandingan: bukan best ball

Biasanya Pro-Am menggunakan sistem best ball, di mana skor terbaik anggota tim menjadi perhitungan tiap hole. Namun di Indonesia Pro-Am 2026, profesional dan amatir memainkan bola masing-masing sepanjang kompetisi. Skor amatir kemudian disesuaikan menurut handicap sebelum dibandingkan dengan skor pro.

Keterangan penyelenggara

President Director Combiphar, Michael Wanandi, menjelaskan perbedaan format tersebut dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta, Sabtu, 22 Agustus 2026.

"Turnamen ini yang membedakan adalah di mana biasanya kalau ada Pro-Am itu pro-nya main dengan amatir tapi formatnya best ball, jadi bola terbaik yang diambil. Di Indonesian Pro-Am amatirnya memakai sistem handicap,"

"Jadi tergantung dengan handicap mereka. Kemudian mereka akan di-compare-kan dengan hasil dari para pro-nya. Jadi setiap hole mereka akan melihat skor terbaiknya,"

Dasar perhitungan dan pengaruhnya

Setiap pegolf amatir memiliki nilai handicap yang menjadi dasar penyesuaian skor. Hasil penyesuaian itu lalu dibandingkan dengan catatan pegolf profesional sehingga skor terbaik per hole menentukan posisi tim dalam klasemen. Sistem ini memberi peran lebih besar bagi performa individu amatir dibanding format best ball.

Inspirasi dari turnamen internasional

Penerapan format ini terinspirasi dari beberapa Pro-Am berkelas internasional, seperti New Zealand Open dan AT&T Pebble Beach Pro-Am. Format dipilih agar kompetisi di Indonesia mencerminkan variasi penilaian yang sudah dikenal di turnamen dunia.

Hasil turnamen

Kompetisi yang masuk kalender Asian Development Tour ini menobatkan pasangan Parathakorn Suyasri (Thailand) dan Luke Evan Moore sebagai juara beregu. Sedangkan gelar juara individual direbut oleh pegolf asal Tiongkok, Andi Xu.

Format baru ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan kompetisi antara pemain profesional dan amatir. Ke depan, penyelenggara dapat mengevaluasi respons peserta untuk menentukan apakah format serupa akan dipertahankan atau disempurnakan pada edisi berikutnya.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait