Indonesia dan Maroko Perkuat Kerja Sama Perdagangan
Indonesia dan Maroko memperkuat kerja sama perdagangan melalui penandatanganan kesepakatan pengakuan bersama jaminan produk halal dan rencana melanjutkan negosiasi perjanjian perdagangan preferensial. Pernyataan itu disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti di Jakarta pada 9 Juli 2026, setelah pertemuan antardelegasi kedua negara.
Penandatanganan MRA Jaminan Produk Halal
Pada pertemuan tersebut, pihak Indonesia dan Maroko menandatangani Mutual Recognition Agreement (MRA) Jaminan Produk Halal antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal Indonesia dan Institut Marocain de Normalisation Maroko. Pemerintah Indonesia menilai MRA ini menjadi dasar untuk memperkuat kepercayaan dan memudahkan arus perdagangan produk halal kedua negara.
Di dalam ASEAN, Indonesia merupakan mitra dagang terbesar ketiga Maroko. Mengingat ukuran ekonomi kedua negara dan pasar saling melengkapi, kami meyakini masih ada ruang memperluas perdagangan investasi bilateral,
— Dyah Roro Esti, Wakil Menteri Perdagangan
Data Perdagangan dan Investasi
Perdagangan bilateral menunjukkan tren kenaikan. Pada 2025, total perdagangan mencapai 235 juta dolar AS, naik 33,04 persen dibandingkan 2024. Indonesia juga mencatat surplus perdagangan sebesar 74,8 juta dolar AS pada 2025.
Investasi Maroko di Indonesia meningkat signifikan; tercatat naik dari 1,4 juta dolar AS pada 2024 menjadi 5,4 juta dolar AS pada 2025.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Total perdagangan (2025) | 235 juta USD (+33,04% vs 2024) |
| Surplus perdagangan (2025) | 74,8 juta USD |
| Investasi Maroko | 1,4 juta USD (2024) → 5,4 juta USD (2025) |
Negosiasi PTA dan Akses Pasar
Kedua pihak menyatakan harapan untuk mengaktifkan kembali perundingan Preferential Trade Agreement (PTA). Maroko melihat Indonesia sebagai pintu masuk ke pasar ASEAN, sementara Indonesia memandang Maroko sebagai gerbang ke Afrika, Eropa, dan kawasan Mediterania.
Kami mengharapkan perundingan perjanjian perdagangan dapat kembali dimulai awal tahun 2027. Kami mengundang Indonesia di Marrakesh, salah satu kota perdagangan besar, untuk melihat sendiri situasi Maroko sebagai gerbang ke Afrika,
— Omar Hejira, Wakil Perdagangan Luar Negeri Maroko
Pameran dan Penjajakan Peluang Bisnis
Wamendag mengundang pelaku usaha Maroko untuk hadir di Trade Expo Indonesia 2026, yang digelar pada 14–18 Oktober di ICE BSD Tangerang. Ajang ini dimaksudkan untuk mempromosikan produk unggulan ekspor Indonesia dan membuka peluang kerja sama usaha antara pelaku bisnis kedua negara.
Dengan MRA halal sebagai landasan dan kesepakatan melanjutkan negosiasi PTA, kedua negara berharap hubungan dagang dan investasi dapat tumbuh lebih cepat dalam beberapa tahun mendatang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
BI: Likuiditas Perbankan Masih Kuat untuk Optimalkan Penyaluran Kredit
BI menyatakan likuiditas perbankan mulai turun namun masih kuat; penyaluran kredit dapat dioptimalkan lewat...
IHSG Melemah Tipis ke 6.518 pada Penutupan 28 Agustus 2026
IHSG turun 0,06% ke 6.518,12 pada 28 Agustus 2026; nilai transaksi Rp14,9 triliun dan pasar dipengaruhi proy...
Lalamove Catat Lonjakan Pindahan Mahasiswa di Kota Pendidikan
Lalamove mencatat lonjakan permintaan pindahan mahasiswa pada akhir Juli–Agustus 2026, dengan rekor di Malan...
Indodana Fintech Raih Penghargaan Infobank Financial Technology Award 2026
Indodana Fintech meraih predikat Excellent Performance pada Infobank Financial Technology Award 2026 berkat...
IHSG Menguat 0,48% ke 6.548,85 Didukung Kepastian Gubernur BI
IHSG menguat 0,48% ke 6.548,85 pada sesi I 28 Agustus 2026, didukung kepastian calon Gubernur BI dan prospek...
OJK: 7 Inovasi Fintech Lulus Regulatory Sandbox hingga Jul 2026
OJK mencatat tujuh inovasi fintech lulus regulatory sandbox hingga Juli 2026, termasuk tokenisasi dan penerb...