Lokal

Indonesia-India Teken 20 Kesepakatan Strategis Perkuat Kemitraan

Bagikan:
Delegasi Indonesia dan India setelah penandatanganan 20 kesepakatan strategis

Medan, 21 Juli 2026 — Indonesia dan India menandatangani 20 nota kesepahaman, perjanjian, dan pengaturan pelaksanaan yang mencakup pertahanan, kesehatan, pertanian, mineral kritis, telekomunikasi, pendidikan, dan kebudayaan.

Inti kesepakatan

Penandatanganan berlangsung di Grand Mercure, Medan, dan disampaikan oleh Konsul Jenderal India di Medan, Ravi Shanker Goe. Klaim kedua pihak: rangkaian kesepakatan ini bertujuan memperluas investasi, transfer teknologi, ketahanan pangan dan kesehatan, serta memperkuat keamanan kawasan Indo-Pasifik.

Di sektor ekonomi dan industri, kedua negara menyepakati kerja sama di bidang mineral dan teknologi rantai pasok baja, serta memperkuat akses terhadap teknologi ekstraksi dan pengolahan mineral kritis.

Ruang lingkup utama

Kesepakatan menyentuh banyak sektor strategis. Poin-poin utama meliputi:

  • Kerja sama pertahanan, termasuk sistem rudal BrahMos dan rudal udara-ke-udara.
  • Kolaborasi kesehatan regulatori dan mobilitas tenaga kesehatan melalui CDSCO-BPOM dan program fellowship.
  • Penguatan ketahanan pangan lewat pengembangan pertanian dan pasokan 100 ton benih gandum DWR-162 dari India.
  • Peningkatan kapasitas industri baja: usaha patungan antara Steel Authority of India (SAIL) dan PT Krakatau Steel untuk fasilitas produksi slab baja tahan karat.
  • Kerja sama teknologi, telekomunikasi, dan pengembangan ekosistem startup, termasuk kolaborasi ONDC-ION untuk infrastruktur publik digital.
  • Pendirian kampus cabang IIM Bangalore di Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari untuk memperkuat pendidikan manajemen.
  • Dukungan konservasi Kompleks Candi Prambanan dan peringatan Tahun Tagore–Dewantara sebagai bagian dari diplomasi budaya.

Keamanan maritim dan pertahanan

Selain transfer teknologi, kedua negara sepakat memperkuat koordinasi penjaga pantai, pertukaran informasi maritim, dan operasi pencarian serta penyelamatan. Kontrak pertahanan mencakup peningkatan kemampuan industri pertahanan dan kerja sama strategis yang lebih erat.

Kesehatan, pendidikan, dan bencana

Di sektor kesehatan, perjanjian meliputi penguatan regulasi produk medis dan program pelatihan tenaga kesehatan. Kerja sama juga merambah penanggulangan bencana serta pertukaran pengalaman penyelenggaraan pemilu antara KPU RI dan Election Commission of India (ECI).

Dampak dan prospek

Dengan 20 kesepakatan ini, kedua negara menegaskan komitmen membangun kemitraan komprehensif yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pengembangan teknologi, keamanan, pendidikan, dan pelestarian budaya. Implementasi kesepakatan akan menjadi kunci untuk mewujudkan transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan ketahanan kawasan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait