LAN Medan Apresiasi Polda Sumut Ungkap 3.865 Kasus Narkoba
Medan, Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kota Medan, Ariffani SH MH, pada Selasa (21/7) memberikan apresiasi kepada Kepolisian Daerah Sumatera Utara atas keberhasilan mengungkap 3.865 kasus tindak pidana narkotika sepanjang Januari–Juni 2026, dengan total barang bukti mencapai sekitar 5,3 ton. Pernyataan itu disampaikan menyusul konferensi pers yang dipimpin Kapolda Sumut Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto.
Rincian pengungkapan
Polda Sumut melaporkan pengungkapan kasus selama semester I Tahun 2026. Dari jumlah kasus tersebut, polisi mengamankan ribuan tersangka dan menahan barang bukti dalam jumlah besar.
| Periode | Jumlah Kasus | Jumlah Tersangka | Barang Bukti (perkiraan) |
|---|---|---|---|
| Januari–Juni 2026 | 3.865 | 4.628 | ~5,3 ton |
Respons LAN Medan
Ariffani menyatakan capaian itu menunjukkan komitmen Polri untuk menyelamatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman narkoba. Ia menyanjung kerja keras aparat secara terbuka.
"Kami memberikan apresiasi dan penghormatan kepada Kapolda Sumatera Utara beserta seluruh jajaran Polri yang telah bekerja tanpa mengenal lelah dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat."
Seruan fokus pada pemutusan jalur suplai
Meski mengapresiasi penindakan, Ariffani menekankan bahwa operasi penangkapan harus disertai strategi pencegahan yang komprehensif. Ia menegaskan pentingnya memutus rantai suplai dan menghentikan aksi para gembong narkoba di berbagai tingkatan.
"Penangkapan pengedar memang penting, tetapi yang lebih strategis adalah menghancurkan mata rantai pasokan. Selama jalur suplai dan para gembong narkoba masih leluasa beroperasi, peredaran narkotika akan terus bermunculan. Oleh karena itu, seluruh jalur masuk, distribusi, hingga jaringan pendanaan harus ditutup secara total."
Ajakan sinergi dan peran masyarakat
LAN Kota Medan mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan. Bentuk dukungan yang diminta meliputi peningkatan kesadaran, edukasi, dan pelaporan aktivitas mencurigakan.
- Sinergi aparat penegak hukum dengan pemerintah daerah dan lembaga terkait.
- Peran aktif tokoh agama, tokoh pemuda, dan dunia pendidikan.
- Pelaksanaan penyuluhan serta gerakan sosial anti narkoba di lingkungan lokal.
Implikasi ke depan
Ariffani berharap pengungkapan besar-besaran ini menjadi momentum untuk memperkuat upaya pemberantasan narkotika secara menyeluruh di Sumatera Utara. Ia menegaskan perang melawan narkoba harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat penegak hukum.
Data resmi pengungkapan disampaikan oleh Kapolda Sumut saat konferensi pers hasil pengungkapan kasus narkoba Semester I Tahun 2026.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Peer Pressure Remaja, Jamu Sungai Deli, dan Cath Lab Baru di Medan
BNN Sumut edukasi bahaya peer pressure di SMA Negeri 5 Medan; Pemkot gelar Jamu Sungai; RSUD Pirngadi operas...
Kapolres Paluta Dipuji Usai Jaga Keamanan Tanpa Menahan Warga
Sahmar Hasibuan memuji Kapolres Paluta yang menjaga keamanan sengketa lahan PT Agrinas Palma tanpa menahan w...
Pemprov Sumut Rampungkan PA untuk Usulan Megalitik Nias Selatan ke UNESCO
Pemprov Sumut menyelesaikan dokumen PA untuk mengusulkan kawasan megalitik Nias Selatan ke UNESCO; dokumen d...
Pemkab Tapanuli Utara Salurkan Rp137,5 Juta Bantuan Sosial Tunai
Pemkab Tapanuli Utara menyalurkan bantuan sosial tunai Rp137,5 juta untuk pengobatan dan perbaikan rumah kor...
Polrestabes Medan Tangkap Empat Pelaku Begal Bersenjata
Polrestabes Medan menangkap empat pelaku komplotan begal bersenjata di Percut Seituan; korban TSF kehilangan...
Menko Yusril Tinjau Showroom Dekranasda Aceh Besar
Menko Yusril dan istri mengunjungi Showroom Dekranasda Aceh Besar pada 5 November untuk meninjau dan mengapr...