Lokal

Ledakan di Medan Polonia: Polisi Sebut Pipa Gas Bocor, Korban Ditemukan

Bagikan:
Lokasi ledakan di Kompleks Grand Polonia, Medan Polonia

Medan — Ledakan di Kompleks Grand Polonia, Jalan Mustang, Kecamatan Medan Polonia pada Senin (20/7) diduga disebabkan kebocoran pipa gas tanam, menurut investigasi awal polisi. Penyelidikan masih berlanjut setelah tim gabungan menemukan satu jasad perempuan yang tertimbun puing pada Selasa (21/7). Dalam waktu bersamaan, Lembaga Bantuan Hukum mengajukan laporan terkait krisis BBM di Sumatera Utara ke Polda Sumut.

Penyelidikan penyebab ledakan

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan tim menggunakan alat untuk menilai sumber ledakan. Hasil awal menunjukkan indikasi kebocoran pada pipa gas tanam yang berada di dalam rumah.

"Hasil investigasi awal kita dengan menggunakan alat bahwa sumber ledakan karena adanya pipa gas tanam yang bocor. Namun begitu kami masih terus melakukan penyelidikan,"

Polisi menegaskan penyelidikan teknis dan forensik tetap berlangsung untuk memastikan mekanisme kejadian dan menentukan tanggung jawab. Petugas juga menutup lokasi sementara untuk keperluan olah TKP dan pemeriksaan alat.

Evakuasi dan penemuan korban

Setelah beberapa jam melakukan pencarian dan evakuasi, personel gabungan menemukan jenazah seorang perempuan yang tertimbun material bangunan. Korban pertama kali berhasil diangkat dari tumpukan puing dan dibawa ke rumah sakit untuk identifikasi lebih lanjut.

Kapolrestabes menyampaikan proses evakuasi memerlukan kehati-hatian karena kondisi reruntuhan yang tidak stabil. Pihak keluarga dan pihak berwenang diminta saling berkoordinasi terkait identifikasi dan penanganan jenazah.

LBH laporkan krisis BBM ke Polda Sumut

Lembaga Bantuan Hukum Betul Betul resmi melayangkan pengaduan masyarakat ke Polda Sumut terkait dugaan penyimpangan penyaluran bahan bakar minyak. Pengaduan itu menyusul krisis BBM panjang sepanjang Juli 2026 yang memicu antrean panjang dan gangguan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

"Kelangkaan ini tidak terjadi karena keadaan darurat (force majeure), melainkan adanya indikasi kuat kejahatan sistemis dalam rantai distribusi,"

Dalam pengaduan, LBH menuntut penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap dugaan penyimpangan dan memastikan transparansi dalam distribusi BBM.

Dampak dan tindak lanjut

Peristiwa ledakan dan krisis BBM menimbulkan kekhawatiran publik terkait keselamatan infrastruktur dan pemeriksaan distribusi bahan bakar. Sejumlah implikasi yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Perlunya audit teknis pada jaringan pipa gas dan instalasi rumah tangga
  • Peningkatan pengawasan distribusi BBM untuk mencegah penyimpangan
  • Koordinasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan penyedia layanan untuk mitigasi risiko

Polisi menyatakan akan mengumumkan hasil penyelidikan lebih lanjut setelah bukti forensik diproses. Sementara itu, pengaduan LBH diperkirakan akan mendorong pemeriksaan lanjutan terkait rantai distribusi BBM di Sumatera Utara.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait