Lokal

Ikhwanuddin Nasution Terpilih Ketua MUI Simalungun 2026-2031

Bagikan:
Foto H. Ikhwanuddin Nasution bersama pengurus MUI Simalungun setelah penetapan

H. Ikhwanuddin Nasution, Lc, MM terpilih sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun periode 2026-2031 pada Musyawarah Daerah (Musda) VIII yang digelar Sabtu (6/9) di Gedung MUI Simalungun, Jalan Sangnaualuh, Kecamatan Siantar. Musda mengangkat tema "Peningkatan Peran Majelis Ulama Indonesia sebagai Khadimul Ummah dan Shodiqul Ummah, Mitra Pemerintah dalam Mewujudkan Simalungun Maju" untuk merumuskan arah kebijakan dan program kerja lima tahun ke depan.

Pelaksanaan Musda dan peserta

Musda VIII berlangsung tertib, aman, dan lancar dengan kehadiran sekitar 250 peserta. Hadir pengurus MUI kecamatan, perwakilan organisasi Islam, ulama, tokoh agama, serta unsur masyarakat lainnya. Acara dibuka resmi oleh Ketua MUI Provinsi Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak.

Sambutan pemerintah daerah

Pemerintah Kabupaten Simalungun diwakili Sekretaris Daerah, Mixnon Andreas Simamora, yang menyampaikan salam dan permohonan maaf Bupati karena berhalangan hadir. Dalam sambutannya, pemerintah daerah memberi apresiasi atas penyelenggaraan Musda dan menegaskan posisi strategis MUI dalam kehidupan bermasyarakat.

"MUI mempunyai kedudukan yang sangat strategis. Ulama bukan hanya tempat umat bertanya mengenai persoalan keagamaan, tetapi juga menjadi penuntun, penyejuk, sekaligus penjaga nilai dan moral dalam kehidupan bermasyarakat,"

Pemkab mendorong MUI bergerak proaktif, memperkuat pembinaan generasi muda, menghadirkan dakwah yang sejuk dan relevan, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pesan keagamaan. Selain itu, perhatian diarahkan pada penguatan ekonomi umat, kepedulian sosial, dan pemeliharaan kerukunan antarumat beragama.

Pesan MUI Provinsi dan harapan kepengurusan baru

Ketua MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, memberi apresiasi atas pelaksanaan Musda dan mengingatkan bahwa pengurus MUI memikul amanah moral dan keilmuan sebagai mitra pemerintah.

"Menjadi pengurus MUI bukan sekadar kehormatan, melainkan sebuah amanah dan tanggung jawab besar kepada umat serta di hadapan Allah SWT. Setiap pengurus harus memiliki keilmuan, kompetensi, integritas, keteladanan, komitmen, serta memahami ajaran Islam yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah,"

Maratua juga menekankan pentingnya menjadikan nilai luhur Habonaron Do Bona sebagai dasar dalam menegakkan kebenaran, persatuan, dan kemaslahatan bersama.

Hasil kepengurusan

Dalam Musda, 12 formateur menetapkan susunan pengurus baru. H. Ikhwanuddin Nasution, Lc, MM didaulat sebagai Ketua MUI Simalungun 2026–2031. Ia didampingi H. Riswan Hasibuan sebagai Sekretaris dan Nursamsi, SP, MM sebagai Bendahara. Drs. H. Ki Darjat Purba, MM, ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI Simalungun 2026–2031.

Implikasi dan langkah ke depan

Musda VIII diharapkan menghasilkan kepengurusan yang amanah, berintegritas, dan mampu memperkuat peran MUI sebagai Khadimul Ummah serta mitra strategis pemerintah. Kolaborasi antara ulama, umara, dan umat menjadi fokus untuk mewujudkan Kabupaten Simalungun yang aman, damai, religius, dan maju.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait