IHSG Berpotensi Terkoreksi di Tengah Harapan Damai AS-Iran
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami koreksi pada perdagangan Selasa, 26 Mei 2026, seiring sentimen soal harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Ringkasan Sentimen Pasar
Perkiraan koreksi datang setelah IHSG ditutup naik 44,3 poin ke level 6.206,34 pada penutupan perdagangan sebelumnya. Namun kenaikan hari Senin disertai arus modal asing yang keluar, sehingga risiko koreksi meningkat pada sesi berikutnya.
Proyeksi Level IHSG
Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, memperkirakan IHSG bergerak di area support dan resistance sebagai berikut:
- Support: 6.060-6.170
- Resistance: 6.250-6.270
"IHSG berpotensi terkoreksi, di level support IHSG akan bergerak pada rentang 6.060-6.170. Sedangkan di level resistansi, IHSG akan bergerak pada rentang 6.250-6.270." — Fanny Suherman
Arus Modal Asing dan Saham yang Banyak Dijual
Meskipun IHSG menutup sesi dengan penguatan, perdagangan hari Senin tercatat net sell asing sebesar Rp2,09 triliun. Beberapa saham yang paling banyak dijual oleh investor asing antara lain:
- AMMN
- BMRI
- AMRT
- ANTM
- TPIA
Pengaruh Kesepakatan AS-Iran dan Perdagangan Global
Sentimen pasar masih dipengaruhi kabar diplomasi. Reuters melaporkan tim dari Qatar telah terbang ke Teheran dengan koordinasi AS untuk membantu mencapai kesepakatan. Kabar itu mendorong optimisme di pasar Asia karena potensi pembukaan kembali jalur perdagangan minyak melalui Selat Hormuz.
"Pasar saham di Asia merespons positif pernyataan pejabat AS terkuat adanya kesepakatan dengan Iran," kata Fanny.
Harga Minyak dan Pergerakan Bursa Asia
Perkembangan di Timur Tengah turut mendorong harga minyak. Harga Brent naik sekitar 0,9% ke level USD103,54 per barel, sementara WTI menguat sekitar 0,3% ke USD96,60 per barel.
Bursa Asia kompak menguat pada perdagangan Senin 25 Mei 2026. Pergerakan indeks utama antara lain:
- Nikkei 225 Jepang naik 2,87%
- Taiex Taiwan melonjak 3,26%
- CSI 300 Tiongkok meningkat 1,58%
- ASX 200 Australia menguat 0,40%
- FTSE Malaysia turun 0,24%
Prospek dan Risiko Ke Depan
Meskipun pasar menunjukkan respons positif terhadap kemungkinan kesepakatan, negosiasi masih berlanjut dan persetujuan akhir diperkirakan membutuhkan beberapa hari. Beberapa isu krusial yang belum final meliputi pengayaan uranium Iran dan permintaan pembukaan blokir dana Teheran. Kondisi ini membuat volatilitas tetap berpeluang muncul pada perdagangan IHSG dalam beberapa hari mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemendag Perkuat Perlindungan Industri Lewat TPP
Kemendag optimalkan Tindakan Pengamanan Perdagangan (TPP) untuk memberi ruang pemulihan industri nasional da...
DFSK Kantongi 1.100 Pre-booking Jelang Peluncuran E5 Plus
DFSK mencatat 1.100 pre-booking untuk SUV PHEV E5 Plus sebelum peluncuran resmi di GIIAS 2026, menandakan mi...
Kemenperin Tegaskan Kepatuhan Pelaporan SIINas
Kemenperin meminta perusahaan patuh melaporkan data berkala melalui SIINas dan mengimbau keterlibatan penuh...
BI: Uang Beredar Juni 2026 Naik Jadi Rp10.432,8 Triliun
BI mencatat uang beredar (M2) Juni 2026 naik menjadi Rp10.432,8 triliun, didorong oleh kenaikan M1, uang kua...
BRI Life Revitalisasi Kantor Denpasar untuk Tingkatkan Layanan
BRI Life meresmikan wajah baru Kantor Layanan Denpasar pada 22 Juli 2026 untuk meningkatkan layanan, fasilit...
Harga Emas Pegadaian Stabil: Galeri24 & UBS (23 Juli 2026)
Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian tidak bergerak pada 23 Juli 2026; simak daftar harga per ukuran len...