LPDB Koperasi Perkuat Peran di Ekonomi Syariah Nasional
LPDB Koperasiekonomi syariah nasional setelah menghadiri pelantikan Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 1447–1452 H di The Tribrata Convention Center, Jakarta, Minggu (24/5). Acara ini dianggap sebagai momentum untuk memperkuat arah kebijakan dan sinergi antar-pemangku kepentingan.
Pelantikan dan pesan utama
Pelantikan Pengurus Pusat MES dipimpin langsung oleh KH Ma’ruf Amin. Dalam arahannya, Ma’ruf Amin menekankan optimisme terhadap masa depan ekonomi syariah dan pentingnya menghadirkan kemaslahatan serta keadilan bagi masyarakat luas.
Peran dan respons LPDB Koperasi
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menyatakan bahwa pelantikan dan Rapat Kerja Nasional MES menjadi titik penting untuk memperjelas langkah strategis pengembangan ekonomi syariah. Ia menilai keterlibatan kementerian dan tokoh nasional memperkuat sinyal bahwa pengembangan ini sejalan dengan kebijakan pemerintah.
"Kita sama-sama mengetahui bahwa Menteri Koperasi juga menjabat sebagai Ketua Harian Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah. Kegiatan ini berlangsung sangat khidmat dan dihadiri banyak tokoh penting yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan ekonomi syariah di Indonesia."
"Ini juga sejalan dengan arahan Bapak Presiden agar ekonomi syariah menjadi yang terdepan,"
Krisdianto menambahkan harapan agar muncul inisiatif strategis dan program kerja produktif dari MES yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di berbagai sektor. Menurutnya, LPDB Koperasi siap bersinergi secara proaktif dengan program MES.
Penegasan dari pembiayaan dan hukum
Direktur Pembiayaan Syariah LPDB Koperasi, Ari Permana, menegaskan dukungan pada geliat ekonomi syariah, khususnya lewat sektor koperasi yang menjadi salah satu ujung tombak inklusi ekonomi.
"Pada hari ini kita berkomitmen untuk terus mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. Harapannya setelah pelantikan ini, aktivitas dan geliat pertumbuhan ekonomi syariah semakin baik, semakin bermanfaat, serta mampu memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia,"
Sementara itu, Direktur Umum dan Hukum LPDB Koperasi, Deva Rachman, menilai Indonesia memiliki potensi besar menjadi kekuatan utama ekonomi syariah dunia. Ia menunjuk pada jumlah populasi muslim yang besar dan adanya kolaborasi antar-pemangku kepentingan sebagai modal utama.
"Ini adalah langkah yang sangat baik untuk melihat Indonesia sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia yang memiliki potensi sangat besar dalam mengembangkan ekonomi syariah dan mendorong ekosistemnya semakin maju. Kehadiran berbagai tokoh penting, termasuk unsur LPDB Koperasi bersama Menteri dan Wakil Menteri Koperasi menunjukkan bahwa ekonomi syariah dan koperasi merupakan kekuatan yang sangat strategis,"
Prospek dan langkah ke depan
LPDB Koperasi berharap ke depan terbentuk lembaga atau badan yang khusus berdedikasi mengembangkan ekonomi syariah nasional secara menyeluruh, dengan peran aktif koperasi dan LPDB sebagai bagian penting. Kepengurusan MES yang baru dipimpin oleh Rosan Roeslani (Ketua Umum) dan Ferry Juliantono (Ketua Harian) diharapkan mampu menghadirkan program kerja terukur untuk mempercepat pertumbuhan sektor ini.
Dengan momentum pelantikan dan dukungan lintas institusi, harapannya ekonomi syariah di Indonesia semakin terstruktur, inklusif, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Berita Terkait
Rupiah Melemah ke Rp17.744 per Dolar Saat Penutupan
Rupiah ditutup melemah 0,15% ke Rp17.744 per dolar karena sentimen geopolitik, sinyal kenaikan suku bunga AS...
BI Turunkan Batas Pembelian Valas Jadi USD25.000 per Bulan
BI rencanakan batas pembelian valas tanpa underlying turun menjadi USD25.000 per pelaku per bulan mulai 1 Ju...
Dana Pascabencana Rp60 Triliun Belum Terserap, Menkeu Jelaskan
Menkeu pastikan ruang fiskal Rp60 triliun tersedia untuk rehabilitasi pascabencana; pencairan terhambat oleh...
IIW Indonesia 2026 Digelar 3–6 Juni di JIExpo Kemayoran
IIW Indonesia 2026 digelar 3–6 Juni di JIExpo Kemayoran dengan 1.800 exhibitor dan peserta dari 15+ negara u...
BI Rate Naik ke 5,25%: Waspadai Risiko Kredit Macet Properti
BI Rate naik ke 5,25% diperkirakan meningkatkan bunga kredit dan berisiko memicu kredit macet terutama di se...
Ekonom Sarankan Hidup Hemat di Tengah Suku Bunga Tinggi
Ekonom Wijayanto Samirin menyarankan hidup hemat, kurangi utang, dan pilih investasi seperti ORI menghadapi...