Ekonomi

IHSG Rentan Koreksi, Analis Waspadai Aksi Ambil Untung

Bagikan:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan rentan terkoreksi pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, karena potensi aksi ambil untung oleh investor setelah reli harga terakhir. Analisis Tim Analis Phintraco Sekuritas menyebut level resistansi 6.250-6.300 berpeluang diuji, namun perlu diwaspadai adanya profit taking yang menekan pasar.

Pergerakan terakhir dan aksi asing

Pada penutupan perdagangan Senin, 20 Juli 2026, IHSG menguat 0,91% ke level 6.231,78. Kenaikan tercatat didorong oleh pembelian bersih investor asing, dengan nilai net buy sebesar Rp156,57 miliar.

Beberapa saham yang paling banyak dibeli oleh investor asing antara lain:

  • TPIA
  • BRPT
  • BBRI
  • BNBR
  • DEWA

Risiko eksternal dan sentimen sektor

Meski pasar domestik bergerak positif, analis mengingatkan adanya sentimen negatif dari luar negeri. Peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama, di samping kekhawatiran terkait valuasi saham berbasis artificial intelligence (AI) dan sektor terkait.

"IHSG berpotensi menguji level resistansi pada 6.250-6.300, tetapi perlu diwaspadai adanya potensi profit taking."

Penerbitan rating dan dampaknya

Sentimen positif muncul setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level investment grade (BBB) dengan prospek stabil. Menurut Phintraco, keputusan tersebut mulai meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi domestik.

"Rating S&P mulai meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia."

Impak kenaikan harga minyak

Namun analis mengingatkan risiko jangka menengah jika kenaikan harga minyak berlanjut. Kenaikan minyak dapat memicu ekspektasi pengetatan moneter di Amerika Serikat, sehingga berdampak pada kenaikan suku bunga The Fed dan penguatan nilai tukar dolar AS.

Kesimpulannya, IHSG masih memiliki ruang untuk menguat namun tetap rentan terhadap koreksi jika aksi ambil untung meningkat atau kondisi eksternal memburuk. Investor dianjurkan menjaga kehati-hatian dan memantau perkembangan geopolitik serta data makro yang memengaruhi arus modal.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait