Ekonomi

IHSG Naik 0,15% ke 6.130,88 pada Jeda Siang; APBN 2027 Jadi Sorotan

Bagikan:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,15 persen pada jeda siang perdagangan, Rabu 30 September 2026, menembus level 6.130,88. Kenaikan ini tercatat setelah indeks sempat dibuka lebih rendah dan menyentuh level tertinggi sesi I pada 6.187.

Pergerakan pasar dan pengaruh rupiah

Pada pembukaan perdagangan, IHSG sempat turun ke level 6.118,04 atau turun 0,06 persen dari penutupan hari sebelumnya. Seiring berjalannya sesi I, laju indeks berbalik menguat dan mencapai 6.130,88 pada jeda siang.

Nilai tukar rupiah turut memengaruhi sentimen pasar. Rupiah sempat menembus Rp18.031 per dolar AS, yang menambah tekanan volatilitas pada saham-saham domestik.

"IHSG cenderung berkonsolidasi pada kisaran 6.050-6.200," ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas.

Sentimen domestik: pengesahan APBN 2027

Selain pergerakan rupiah, investor memperhatikan pengesahan Rancangan Undang-Undang APBN 2027 menjadi undang-undang. Postur anggaran yang disepakati tetap mempertahankan defisit fiskal sebesar Rp671,16 triliun (2,4% PDB).

"Meski defisit tetap, terdapat perubahan pada target pendapatan dan belanja negara dalam kesepakatan terbaru," kata Tim Phintraco.

Perubahan target pendapatan dan belanja

Pengesahan APBN 2027 membawa penyesuaian pada pendapatan dan belanja negara. Pendapatan negara ditetapkan lebih tinggi dari usulan awal, sementara belanja juga dinaikkan.

Komponen Anggaran (Rp triliun)
Pendapatan Negara 3.435,10
Belanja Negara 4.106,26
Defisit Fiskal 671,16 (2,4% PDB)
Anggaran Pendidikan 824,00
Perlindungan Sosial 539,70
Kesehatan 244,90
Ketahanan Pangan 195,30

Implikasi fiskal dan prospek pasar

Tim analis menilai kenaikan belanja kementerian dan lembaga menjadi salah satu penyebab perubahan postur. Transfer daerah relatif tidak berubah, sehingga ekspansi fiskal tetap terfokus pada belanja pusat.

"Postur APBN 2027 menunjukkan ekspansi fiskal yang relatif terjaga," ujar Tim Phintraco.

Meskipun demikian, mereka mengingatkan ruang fiskal masih terbatas karena defisit yang relatif besar. Ketidakpastian global juga menjadi faktor risiko bagi beban APBN dan prospek pasar ke depan.

Secara garis besar, Phintraco berharap postur fiskal yang disepakati dapat terus mendukung pertumbuhan melalui konsumsi dan investasi, namun investor perlu mewaspadai volatilitas menjelang akhir triwulan III 2026.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait