IHSG Naik 0,64% ke 6.317 Saat Jeda Siang
IHSG menguat 0,64 persen atau 40,41 poin ke level 6.317,46 pada jeda siang perdagangan Rabu 23 September 2026. Kenaikan ini terjadi setelah indeks membuka lebih tinggi dan mengikuti sentimen positif dari bursa global serta fokus pada sejumlah agenda ekonomi dan geopolitik.
Pergerakan pasar dan data intraday
Pada pembukaan, IHSG langsung menguat 0,3 persen ke level 6.297,95 dibandingkan penutupan sebelumnya. Sebelumnya pada Selasa 22 September 2026, IHSG anjlok 1,7 persen ke 6.277. Kenaikan sesi I menandakan adanya rebound dalam perdagangan jangka pendek.
Pendorong kenaikan
Sentimen global memberi dukungan. Di Amerika Serikat, Nasdaq mencetak rekor penutupan tertinggi dengan kenaikan 0,45 persen, didorong saham-saham kecerdasan buatan. Kenaikan di Wall Street kemudian menopang pergerakan bursa-bursa di Asia.
Perkiraan analis
“IHSG berpotensi short term technical rebound ke level 6.300-6.320. Namun, jika gagal menembus di atas level 6.320, IHSG akan terkoreksi lagi ke level 5.850-6.100 middle term.” — Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas
Perkiraan tersebut menekankan rentang kunci teknikal yang dipantau pelaku pasar. Pelaku pasar akan mengamati apakah indeks mampu menahan penguatan hingga menutup di atas 6.320.
Agenda yang dipantau investor
Selain data pasar global, investor memperhatikan sejumlah agenda yang dapat memengaruhi sentimen. Di antaranya:
- Pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang dijadwalkan pekan ini.
- Survei manufaktur Federal Reserve Richmond serta pidato pejabat The Fed seperti John Williams (Fed New York) dan Tom Barkin (Fed Richmond).
- Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang segera diumumkan; analis memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan pada 5,75 persen.
Isu-isu strategis seperti kecerdasan buatan, konflik di Timur Tengah, tarif perdagangan, dan pasokan logam tanah jarang akan menjadi bagian dari pembahasan internasional yang memengaruhi sentimen pasar selanjutnya.
Pergerakan IHSG pada sesi selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan pertemuan tingkat tinggi dan rilis data ekonomi yang disebutkan, serta kemampuan indeks menembus level teknikal kunci.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
OJK dan Pemprov Jabar Perkuat Ekosistem Ayam Petelur lewat Program EGG
OJK dan Pemprov Jawa Barat meluncurkan Program EGG untuk memperkuat ekosistem ayam petelur, membuka akses pe...
Bapanas Proses 102 Tersangka, Potensi Kerugian Beras Fortifikasi Rp89 T
Bapanas memproses 102 tersangka sejak 2024 terkait pelanggaran beras fortifikasi; potensi kerugian konsumen...
Petugas KAI Sigap Bantu Penumpang Melahirkan di KRL
Petugas keamanan KAI sigap membantu penumpang melahirkan di KRL rute Rangkasbitung–Tanah Abang dan mengevaku...
PLN Pasok 2.038 MVA untuk 159 Pusat Data, Konsumsi 2.378 GWh
PLN memasok 2.038 MVA untuk 159 pusat data dengan konsumsi 2.378 GWh; Jawa-Madura-Bali menyumbang 99% kapasi...
PINTU dan Ondo Perluas Akses Aset Tertokenisasi di Indonesia
PINTU gandeng Ondo Finance perluas akses aset tertokenisasi untuk investor Indonesia, dengan target ratusan...
Harga Emas Pegadaian: Galeri24 Stabil, UBS Naik Rp5.000
Galeri24 stabil di Rp2.545.000/gram, UBS naik Rp5.000 ke Rp2.575.000/gram pada 25 Sept 2026; rincian harga p...