Ekonomi

IHSG Naik ke 6.273, Potensi Koreksi Masih Mengintai

Bagikan:
Grafik IHSG naik ke level 6.273 pada pembukaan 21 Juli 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pembukaan Selasa, 21 Juli 2026, berada di level 6.273,57 atau naik 41,79 poin (0,67%). Kenaikan ini mengikuti penutupan sebelumnya yang juga positif, namun analis memperingatkan kemungkinan aksi ambil untung sepanjang perdagangan.

Pergerakan pasar dan data perdagangan

Pembukaan pada level 6.273,57 menandai kelanjutan reli setelah IHSG ditutup menguat 0,91% ke level 6.231,78 pada Senin, 20 Juli 2026. Aksi beli bersih investor asing tercatat sebesar Rp156,57 miliar pada perdagangan sebelumnya, yang turut menopang sentimen pasar.

Beberapa saham yang tercatat paling banyak dibeli oleh investor asing antara lain:

  • TPIA
  • BRPT
  • BBRI
  • BNBR
  • DEWA

Pandangan analis

Tim analis dari Phintraco Sekuritas menilai bahwa IHSG masih berpeluang menguji area resistansi. Namun, mereka mengingatkan adanya risiko koreksi akibat profit taking oleh investor setelah rally terakhir.

"IHSG berpotensi menguji level resistansi pada 6.250-6.300, tetapi perlu diwaspadai adanya potensi profit taking."

Sentimen global dan risiko ke depan

Pasar domestik mendapat sentimen positif setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil. Keputusan ini dinilai meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi jangka menengah.

Meski demikian, analis tetap mewaspadai beberapa risiko eksternal. Peningkatan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap valuasi saham berbasis kecerdasan buatan dapat menekan sentimen. Selain itu, kenaikan harga minyak berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan menekan ekspektasi suku bunga The Fed, yang pada gilirannya bisa memicu tekanan di pasar saham domestik.

Outlook

Saat ini IHSG bergerak dalam rentang yang rawan terhadap aksi korektif, khususnya jika investor asing berbalik arah. Pelaku pasar disarankan memantau level resistansi 6.250-6.300, arus modal asing, serta perkembangan geopolitik dan harga minyak sebagai faktor penentu arah selanjutnya.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait