Ekonomi

IHSG Menguat 56 Poin, Bertahan di Zona Hijau

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG menguat pada 20 Juli 2026 dan data transaksi pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin, 20 Juli 2026. Pada akhir sesi II IHSG berada di level 6.231,78, naik 56,24 poin (0,91%) dari penutupan sebelumnya. Penguatan pagi hari berlanjut hingga akhir sesi meski pasar masih mencermati risiko geopolitik dan kenaikan harga minyak.

Pergerakan pasar dan data transaksi

IHSG dibuka pada level 6.197,47 dan bergerak mayoritas di zona hijau sepanjang sesi. Sentimen pasar tercermin pada perbandingan saham, di mana lebih banyak saham naik dibanding yang melemah.

  • 399 saham menguat
  • 210 saham melemah
  • 185 saham stagnan

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp15,81 triliun. Volume perdagangan menembus 34,89 miliar lembar saham, dengan frekuensi transaksi lebih dari 2,38 juta kali.

Pengaruh geopolitik dan kenaikan harga minyak

Analis dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut ketidakpastian antara AS dan Iran masih menjadi faktor utama yang membayangi pasar. Intensitas serangan di Timur Tengah mendorong harga minyak melonjak dan menambah tekanan pada prospek inflasi global.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik ke USD84,90 per barel, sementara Brent mencapai USD90,90 per barel. Kondisi ini berpotensi memperpanjang periode suku bunga tinggi di pasar global.

"IHSG dan pasar obligasi mungkin agak gelisah, galau, dan merana untuk waktu yang lebih lama. Ini akibat ketidakpastian geopolitik dan kenaikan harga minyak."

— Tim Pilarmas Investindo Sekuritas

Agenda pekan ini dan prospek kebijakan suku bunga

Pilarmas menyoroti sejumlah agenda ekonomi yang akan menentukan arah pasar pekan ini. Pelaku pasar diminta mencermati rilis data ekonomi AS, pertemuan Bank Sentral Eropa, dan keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI).

Nilai tukar rupiah masih mendekati level Rp18.000 per dolar AS. Kondisi ini membuka peluang BI mempertahankan suku bunga acuan pada 5,75%.

"Apabila The Fed menaikkan tingkat suku bunga, mau tidak mau BI harus menaikkan tingkat suku bunga juga."

— Tim Pilarmas Investindo Sekuritas

Pilarmas memproyeksikan BI Rate bisa berada di level 6% hingga akhir tahun jika tekanan harga dan kenaikan suku bunga The Fed berlanjut.

Kebijakan energi dan implikasi investasi

Pemerintah menargetkan implementasi bahan bakar E20 mulai Januari 2028. Program ini diharapkan memperkuat ketahanan energi dan mendorong investasi di sektor bioenergi, perkebunan, dan pertanian.

Analisis teknikal dan peringatan untuk investor

Dari sisi teknikal, Pilarmas menilai IHSG berpotensi menguat terbatas. Area support diperkirakan di level 6.000 dan resistance pada level 6.220.

Meski ada ruang penguatan, investor diimbau waspada terhadap potensi koreksi. Ketegangan di Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak tetap menjadi risiko yang belum bisa diprediksi kapan berakhir.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait