IHSG Naik 0,64% Sepekan, Kapitalisasi BEI Sentuh Rp10.923 T
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,64 persen pada pekan 27-31 Juni 2026 dan ditutup di level 6.236 di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pergerakan ini terjadi di tengah dinamika perdagangan yang ditandai kenaikan kapitalisasi pasar dan penurunan aktivitas transaksi harian.
Ringkasan pergerakan IHSG
Pada akhir pekan ini IHSG berada di level 6.236, naik dari 6.196 pada pekan sebelumnya. Kenaikan 0,64 persen menggambarkan sentimen pasar yang relatif positif meski volatilitas terlihat sepanjang pekan.
Kapitalisasi pasar dan aktivitas perdagangan
Kapitalisasi pasar BEI meningkat 0,48 persen menjadi Rp10.923 triliun dari Rp10.870 triliun pekan lalu. Namun, aktivitas perdagangan menunjukkan pelemahan.
Rata-rata nilai transaksi harian turun 21,86 persen menjadi Rp15,44 triliun dari Rp19,76 triliun. Demikian pula rata-rata volume transaksi harian turun 31,23 persen, yaitu dari 43,68 miliar lembar menjadi 30,04 miliar lembar.
Rata-rata frekuensi transaksi harian juga berkurang 31,88 persen, dari 2,67 juta kali menjadi 1,82 juta kali transaksi.
Arus modal asing
Pada akhir pekan ini investor asing tercatat melakukan jual bersih senilai Rp250,58 miliar. Akumulasi sepanjang 2026 menunjukkan investor asing masih net sell sebesar Rp72,987 triliun.
Kebijakan BEI: notasi khusus dan penyesuaian JATS
BEI menerbitkan dua surat edaran pekan ini untuk memperkuat transparansi dan perlindungan investor. Salah satu perubahan penting adalah penambahan tampilan notasi khusus “P” pada kode perusahaan tercatat di sistem perdagangan.
Sistem Jakarta Automated Trading System (JATS) juga disesuaikan. Perubahan mencakup penambahan notasi khusus “P” dan penghapusan notasi “E”, “D”, “A”, serta “S”.
Notasi “P” menandakan emiten yang belum memenuhi ketentuan minimum saham beredar di publik (free float). Langkah ini bagian dari reformasi pasar modal untuk meningkatkan kualitas keterbukaan informasi.
Inisiatif keberlanjutan dan dukungan UMKM
BEI mendorong ekosistem keuangan berkelanjutan melalui Surat Keputusan Direksi Nomor Kep-00110/BEI/07-2026 tentang Penetapan Saham Berbasis Hijau, yang berlaku mulai 31 Juli 2026.
Selain itu, BEI menggelar program corporate social responsibility berupa "Gebyar Legalitas dan Pelatihan Keamanan Pangan UMKM" di Kabupaten Sumedang. Kegiatan melibatkan 100 UMKM terpilih untuk pelatihan, sertifikasi keamanan pangan, dan penguatan legalitas usaha.
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen BEI untuk meningkatkan tata kelola UMKM agar siap memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan.
Ke depan, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh sentimen domestik dan arus modal asing, sementara kebijakan BEI diarahkan untuk memperbaiki transparansi pasar dan memperkuat peran UMKM dalam ekosistem keuangan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...