IHSG Menguat 0,3% ke 6.297,95 pada Pembukaan, Peluang Rebound
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,3 persen pada pembukaan Rabu, 23 September 2026, berada di level 6.297,95 atau naik 20,91 poin dari penutupan sebelumnya. Pergerakan ini muncul setelah IHSG mengalami pelemahan kuat sehari sebelumnya.
Pembukaan dan kondisi teknikal
Pada sesi awal, pasar mencatat sentimen positif sehingga IHSG mampu menanjak dari level penutupan Selasa yang berada di 6.277. Kepala Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memprakirakan adanya pembalikan arah secara teknikal pada perdagangan hari ini.
IHSG berpotensi short term teknikal rebound ke 6.300-6.320. Hati-hati jika gagal tembus diatas level 6.320, IHSG akan terkoreksi lagi ke level 5.850-6.100 middle term
Rebound jangka pendek ini tergantung kemampuan indeks menembus zona resistensi 6.300-6.320. Jika tidak, tekanan korektif berpotensi kembali muncul dalam jangka menengah.
Pengaruh bursa global
Bursa global mayoritas menguat pada perdagangan Selasa. Di Amerika Serikat, Nasdaq mencatat penutupan tertinggi sepanjang masa, naik sekitar 0,45 persen didorong saham teknologi dan saham terkait AI.
Di kawasan Asia, pasar juga menunjukkan penguatan, kecuali bursa Jepang yang tutup karena libur nasional. Fanny menyoroti faktor geopolitik dan pertemuan tingkat tinggi yang mendorong ekspektasi investor.
Pasar berekspektasi terhadap rencana pertemuan Presiden AS dan Presiden Tiongkok pada minggu ini
Selain pertemuan tersebut, pasar memperhatikan isu seperti kecerdasan buatan, konflik di Timur Tengah, kebijakan tarif, dan logam tanah jarang yang kemungkinan menjadi topik diskusi kedua pemimpin.
Agenda ekonomi yang dipantau pasar
Investor akan mengikuti beberapa data dan pidato penting yang bisa mempengaruhi arah pasar. Di antaranya adalah survei manufaktur Federal Reserve Richmond serta pidato pejabat The Fed, termasuk Presiden Fed New York John Williams dan Presiden Fed Richmond Tom Barkin.
Di dalam negeri, perhatian mengarah ke keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan diumumkan hari ini. Sebagian analis memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 5,75 persen.
Potensi risiko dan prospek
Meskipun pembukaan positif, pasar masih rawan terhadap berita ekonomis dan geopolitik. Jika sentimen global tetap kuat dan BI mempertahankan kebijakan saat ini, IHSG berpeluang melanjutkan pemulihan. Sebaliknya, kegagalan menembus level kunci dapat memicu koreksi lebih dalam.
Secara keseluruhan, investor diminta tetap selektif dan memantau rilis data serta pernyataan pejabat moneter yang dapat mengubah sentimen pasar dalam jangka pendek.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...