UPT Kementan Gelar Audit Internal ISO di BBPP Binuang
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang menggelar audit internal untuk ISO 9001:2015 dan ISO 37001:2016 pada Selasa, 22 September 2026. Audit dilaksanakan secara hybrid melalui Zoom dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan, memastikan kepatuhan prosedur, serta memperkuat sistem anti-penyuapan.
Tujuan dan ruang lingkup audit
Pelaksanaan audit internal ini merupakan agenda rutin BBPP Binuang untuk memastikan sistem manajemen berjalan efektif dan konsisten. Tim audit memeriksa kesesuaian prosedur operasional dengan standar ISO 9001:2015 dan efektivitas penerapan ISO 37001:2016 sebagai langkah pencegahan korupsi.
Tujuan utama audit adalah memastikan seluruh prosedur memenuhi kriteria standar mutu serta mengidentifikasi peluang perbaikan berkelanjutan. Dengan demikian, BBPP Binuang berupaya memperkuat peran lembaga dalam mendukung peningkatan kompetensi SDM pertanian.
Pernyataan pimpinan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai tulang punggung pembangunan pertanian. Ia menekankan empat prinsip kerja yang harus dipegang agar SDM menjadi mumpuni.
“Empat kunci yang perlu dipegang teguh agar SDM kita menjadi mumpuni, diantaranya ialah bekerja yang terbaik, fokus, cepat, dan berorientasi hasil,”
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widhi Arsanti, yang akrab disapa Santi, menambahkan bahwa pengembangan SDM merupakan kunci menghadapi tantangan pertanian dan memperkuat ketahanan pangan.
“Dengan adanya SDM yang unggul maka bisa menciptakan sebuah sinergitas mewujudkan lingkungan birokrasi yang sehat tentunya didukung pula oleh sistem pemerintahan yang baik,”
Dampak dan tindak lanjut
Hasil audit diharapkan menghasilkan rekomendasi perbaikan yang konkret untuk meningkatkan kualitas pengelolaan pelayanan dan akuntabilitas lembaga. Penerapan temuan audit akan diarahkan pada perbaikan prosedur, pelatihan staf, dan penguatan mekanisme pengendalian internal.
Beberapa langkah yang kemungkinan akan ditindaklanjuti antara lain:
- Revisi SOP sesuai temuan audit;
- Peningkatan kompetensi pegawai melalui pelatihan terukur;
- Penguatan mekanisme pencegahan penyuapan dan pengendalian internal.
Dengan menjaga kualitas dan efektivitas sistem manajemen, BBPP Binuang berharap perannya dalam meningkatkan kompetensi SDM pertanian semakin kuat. Proses audit yang berkelanjutan juga diharapkan memperkuat kredibilitas dan akuntabilitas lembaga ke depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Harga Emas Pegadaian: Galeri24 Stabil, UBS Naik Rp5.000
Galeri24 stabil di Rp2.545.000/gram, UBS naik Rp5.000 ke Rp2.575.000/gram pada 25 Sept 2026; rincian harga p...
BI dan Kemenkeu Sepakati 5 Pilar Sinergi Jaga Stabilitas Ekonomi
BI dan Kemenkeu sepakat menerapkan lima pilar sinergi fiskal-moneter untuk menjaga stabilitas ekonomi dan me...
FEKDI & IFSE 2026 Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Digital
BI dan OJK gelar FEKDI & IFSE 2026 di JCC (24 Sept 2026) untuk percepat modernisasi pembayaran, kembangkan t...
IHSG Berisiko Melemah Lagi Terseret Pelemahan Bursa Global
IHSG berpotensi terkoreksi setelah turun 1,2% ke 6.298,61; net sell asing dan kenaikan harga minyak memperbu...
Pemerintah Tegaskan PPH 22 untuk Marketplace Berlaku 1 Nov 2026
DJP memastikan PPH 22 untuk pedagang marketplace berlaku 1 November 2026; kebijakan ini bukan pajak baru mel...
KAI Hubungkan 351,6 Juta Pelanggan hingga Agustus 2026
KAI mencatat 351.602.397 pelanggan Jan–Agu 2026, naik 7,09%, disertai inisiatif ramah lingkungan dan dukunga...