IHSG Sesi I Menguat 0,93% ke 6.147,96, Transaksi Rp6,5 T
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,93 persen pada sesi I perdagangan Kamis, 30 Juli 2026, ke level 6.147,96 berdasarkan data Bursa Efek Indonesia. Pergerakan positif ini terjadi di tengah sentimen eksternal dan evaluasi indeks yang memengaruhi bobot saham sektoral.
Pergerakan pasar dan data transaksi
IHSG membuka perdagangan pagi pada level 6.110,28, atau naik 0,31 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Sepanjang sesi pertama, indeks sempat mencatat titik tertinggi di 6.168,57 dan terendah di 6.106,55.
Volume transaksi mencapai sekitar 14,195 miliar saham dengan nilai transaksi mendekati Rp6,519 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 468 saham menguat, 167 saham melemah, dan 148 saham stagnan.
Sentimen dan analisis teknikal
Tim analis dari Phintraco Sekuritas menilai pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh kombinasi sentimen eksternal dan kondisi teknikal. Mereka memperingatkan potensi pengujian level psikologis utama dalam jangka pendek.
"IHSG diperkirakan akan menguji level psikologis di 6.000. Hal itu berlangsung di tengah berbagai sentimen eksternal, internal, serta faktor teknikal,"
Penjelasan tersebut disampaikan Tim Analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya pada Kamis, 30 Juli 2026.
Evaluasi IDX BUMN20 dan dampaknya
Bursa Efek Indonesia mengumumkan hasil evaluasi mayor terhadap Indeks IDXBUMN20, yang berlaku mulai 5 Agustus 2026 hingga 2 Februari 2027. Keputusan ini mengubah bobot beberapa emiten, sehingga menjadi fokus pelaku pasar hari ini.
Perubahan bobot utama meliputi penurunan kepemilikan maksimal untuk beberapa bank besar, sementara beberapa emiten lain mendapat peningkatan bobot:
- Bobot turun: BBRI, BMRI, BBNI, TLKM (penurunan setelah penerapan batas maksimal kepemilikan 15%).
- Bobot naik: ANTM, PGAS, MTEL, BRIS, PTBA (mendapat peningkatan bobot pada periode evaluasi).
Implikasi dan prospek
Perubahan bobot indeks berpotensi mengalihkan aliran modal antar saham dan sektor, sehingga memengaruhi likuiditas harian. Investor diperkirakan akan memantau aksi korporasi dan data ekonomi untuk menilai kelanjutan tren.
Dengan sentimen teknikal dan eksternal yang masih dominan, pelaku pasar kemungkinan akan berhati-hati menjelang implementasi hasil evaluasi IDX BUMN20 pada 5 Agustus 2026.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Sertifikasi Halal Jadi Modal UMKM Bangun Kepercayaan Konsumen
Sertifikasi halal harus dijalankan sebagai komitmen produksi bagi UMKM agar kepercayaan konsumen terjaga; pr...
Peran BUMN Minerba Perlu Diperkuat, Setoran Negara Belum Optimal
Pemerintah diminta memperkuat peran BUMN di sektor minerba karena kekayaan USD4 triliun belum tercermin pada...
Literasi Keuangan Diperkuat untuk Cegah Aktivitas Ilegal
Anis Byarwati minta literasi keuangan diperkuat melalui kolaborasi DPR, OJK, BSI, dan media untuk cegah akti...
Menkop Dorong Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir di Borobudur Expo
Menteri Koperasi mendorong pemanfaatan dana bergulir lewat LPDB di Borobudur Expo 17-20 Sept 2026 untuk memp...
Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Naik 19 Sept 2026
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian naik pada 19 Sept 2026, masing-masing Rp16.000 dan Rp15.000 per gra...
Harga Emas Antam Naik Rp15 Ribu, Menguat Empat Hari Beruntun
Harga emas Antam naik Rp15.000 menjadi Rp2.638.000/gram pada 19 September 2026, memperpanjang penguatan empa...