Ekonomi

IHSG Menguat 4,82% ke 5.599 pada Jeda Siang, Cadangan Devisa Tekan Sentimen

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG naik ke level 5.599 pada jeda siang 9 Juni 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada jeda siang perdagangan Selasa, 9 Juni 2026, naik 4,82% (257,6 poin) ke level 5.599,74 seiring respons pasar terhadap data ekonomi dan sentimen global.

Pergerakan IHSG dan rentang perdagangan

IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.627,58 dan terendah di 5.318,15. Indeks dibuka menguat pada awal sesi di level 5.344,68, naik sekitar 0,05%.

Analisis teknikal dan risiko penurunan

Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai peluang penurunan lebih lanjut masih terbuka secara teknikal. Mereka memperingatkan tekanan yang dapat mendorong indeks menguji level support berikutnya.

"Sehingga potensi penurunan IHSG lebih lanjut masih berpeluang terbuka secara teknikal. Selanjutnya IHSG berpotensi menguji level support di 5.100,"

Cadangan devisa menurun, mempengaruhi sentimen

Pasar bereaksi negatif setelah Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Mei 2026 turun menjadi USD144,9 miliar dari USD146,2 miliar pada April. Phintraco menyebutkan penurunan ini dipicu pembayaran utang luar negeri pemerintah dan intervensi BI untuk menstabilkan rupiah.

"Ini merupakan level terendah sejak Juni 2024. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya Bank Indonesia untuk menstabilkan rupiah,"

Meski masih di atas standar internasional yaitu cadangan setara 3 bulan impor, Phintraco mengingatkan bahwa penurunan berkelanjutan bisa menurunkan kepercayaan investor dan berdampak pada penilaian lembaga rating.

Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan kepercayaan investor melalui dorongan ekspor, pengurangan impor, dan upaya menarik investasi asing.

Penjualan sepeda motor menurun, indikasi daya beli melemah

Data penjualan sepeda motor menunjukkan penurunan 5,1% (YoY) menjadi 479.388 unit pada Mei 2026. Bulan sebelumnya, penjualan justru meningkat 28,1%.

Menurut Phintraco, kenaikan biaya hidup membebani pengeluaran konsumen sehingga ada indikasi daya beli mulai melemah.

Sentimen pasar global

Bursa saham AS mayoritas menguat setelah saham semikonduktor rebound, namun geopolitik Timur Tengah tetap menyita perhatian investor. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menyatakan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di kawasan.

"Meskipun pasar saham menguat, perhatian investor masih tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah... Pelemahan di kawasan Asia-Pasifik dipicu laporan peluncuran salvo rudal dari Iran ke wilayah Israel,"

Fanny menambahkan bahwa sentimen geopolitik memperberat posisi pasar regional, dengan indeks Kospi Korea Selatan tercatat melemah tajam hingga 8,3% pada sesi sebelumnya.

Ke depan, pergerakan IHSG akan dipengaruhi kombinasi faktor domestik—termasuk cadangan devisa dan data konsumsi—serta sentimen global. Investor akan memantau data ekonomi selanjutnya dan perkembangan geopolitik yang bisa memicu volatilitas.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait