Ekonomi

IHSG Membuka Menguat ke 6.254,78 pada 4 Agustus 2026

Bagikan:
Layar perdagangan saham menampilkan IHSG pada pembukaan di level 6.254,78

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Selasa, 4 Agustus 2026, berada di level 6.254,78 atau naik 20,28 poin (0,33%). Pembukaan menguat ini terjadi di Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah sentimen data ekonomi domestik yang beragam.

Pembukaan dan pergerakan awal

Pada sesi pertama, IHSG bergerak positif setelah menutup perdagangan hari sebelumnya turun tipis ke level 6.234,50. Kenaikan awal mencerminkan optimisme investor terhadap perbaikan data manufaktur dan kinerja ekspor.

Sentimen dan proyeksi analis

Tim Analis Phintraco Sekuritas melihat potensi kenaikan lanjutan hari ini. Mereka menilai IHSG kemungkinan besar akan menguji area resistansi.

"IHSG hari ini berpotensi berbalik menguat (rebound) dan menguji resistansi di level 6.250-6.300,"

Perkiraan ini menempatkan level 6.250-6.300 sebagai rentang kunci yang dipantau pelaku pasar untuk konfirmasi arah.

Data ekonomi terbaru yang memengaruhi pasar

Phintraco menyoroti beberapa indikator ekonomi yang mendorong sentimen pasar domestik. Berikut ringkasan data utama:

  • PMI Manufacturing Indonesia naik ke 50,2 pada Juli 2026, kembali ke zona ekspansi setelah 46,9 pada Juni.
  • Neraca perdagangan Juni 2026 mencatat defisit sekitar USD 450 juta, lebih rendah dibandingkan defisit USD 1,61 miliar pada Mei.
  • Ekspor tumbuh 8,84% (YoY) pada Juni, menguat dari 5,73% pada Mei.
  • Impor meningkat tajam menjadi 34,27% (YoY) pada Juni, dari 22,16% pada bulan sebelumnya.
  • Inflasi tahunan melambat menjadi 2,88% di Juli dari 3,34% pada Juni, disertai deflasi bulanan -0,14% akibat panen raya.

"Perkembangan itu sekaligus menandai PMI manufaktur Indonesia mencapai level tertinggi sejak Februari 2026. Output produksi mengalami kenaikan setelah selama empat bulan berturut-turut melemah, meskipun kenaikannya relatif kecil,"

Dampak komoditas dan prospek jangka pendek

Phintraco menilai penurunan harga minyak dunia dan rencana penyesuaian harga BBM non-subsidi pada Agustus berpotensi meredam tekanan inflasi. Kondisi ini juga mendorong penguatan bursa saham AS, terutama saham terkait kecerdasan buatan.

"Para investor akan mencermati rilis data ketenagakerjaan di AS. Data ini sebagai penunjuk arah kebijakan moneter the Fed,"

Secara keseluruhan, kombinasi perbaikan PMI, pertumbuhan ekspor, namun lonjakan impor dan defisit perdagangan yang menyusut menciptakan kondisi pasar yang berhati-hati namun berpeluang rebound. Investor akan terus memantau data domestik dan eksternal untuk menentukan arah lanjutan IHSG.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait