Ekonomi

IHSG Melemah ke 6.118,05 Saat Pembukaan, Dipicu Rupiah dan APBN 2027

Bagikan:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada pembukaan Rabu, 30 September 2026, ke level 6.118,05, turun 3,65 poin (0,06 persen) dari penutupan sebelumnya. Pelemahan dipengaruhi oleh pelemahan rupiah dan perkembangan pengesahan APBN 2027 yang memengaruhi sentimen pasar.

IHSG pada pembukaan

Pada awal sesi, IHSG tercatat di level 6.118,05, menurun dari penutupan kemarin di 6.121,7 yang sudah melemah 0,43 persen. Analis Phintraco Sekuritas melihat potensi pergerakan konsolidatif pada rentang 6.050-6.200 hari ini.

"IHSG hari ini cenderung berkonsolidasi pada kisaran 6.050-6.200," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.

Pengaruh nilai tukar dan akhir triwulan

Pelemahan nilai tukar rupiah turut menambah tekanan. Rupiah sempat menembus level Rp18.031 per dolar AS, yang memperbesar ketidakpastian bagi investor. Hari ini juga merupakan hari terakhir kuartal III 2026, sehingga fluktuasi diperkirakan meningkat menjelang penutupan triwulan.

Pengesahan APBN 2027: angka utama

Pengesahan Rancangan Undang-Undang APBN 2027 menjadi undang-undang menjadi salah satu faktor domestik yang diperhatikan pasar. Dalam postur APBN yang disepakati terdapat defisit fiskal sebesar Rp671,16 triliun atau setara 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Target pendapatan dan belanja negara juga mengalami penyesuaian. Pendapatan negara disepakati sebesar Rp3.435,10 triliun, naik dari usulan awal Rp3.426,03 triliun. Sementara belanja negara disepakati menjadi sekitar Rp4.106,26 triliun, lebih tinggi daripada usulan semula Rp4.097,19 triliun.

"Namun terdapat perubahan dari target pendapatan dan belanja negara," ujar Tim Phintraco.

Alokasi anggaran utama

Beberapa pos anggaran utama dalam APBN 2027 adalah:

  • Pendidikan: Rp824 triliun
  • Perlindungan sosial: Rp539,7 triliun
  • Kesehatan: Rp244,9 triliun
  • Ketahanan pangan nasional: Rp195,3 triliun

Phintraco mencatat kenaikan belanja terutama berasal dari belanja Kementerian/Lembaga. Transfer ke daerah dan target keseimbangan primer relatif tidak berubah.

Implikasi pasar dan prospek

Tim analis menilai postur APBN 2027 menunjukkan adanya ekspansi fiskal yang tetap terjaga untuk mendukung pertumbuhan domestik. Fokusnya adalah mendorong konsumsi dan investasi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.

"Namun tetap perlu memperhatikan ruang fiskal dan kebutuhan pembiayaan karena defisit masih relatif besar," tambah Tim Phintraco.

Di tengah ketidakpastian global, beban APBN dinilai bertambah sehingga pelaku pasar diperkirakan akan berhati-hati. Untuk perdagangan hari ini, investor kemungkinan menunggu data dan aksi korporasi yang dapat memengaruhi sentimen lebih jauh.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait