IHSG Berpotensi Naik, Investor Tunggu Inflasi dan Neraca Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin, 3 Juli 2026 di Bursa Efek Indonesia. Akhir pekan lalu IHSG ditutup naik 0,80% ke level 6.236, meski asing melakukan net sell sekitar Rp35 miliar.
Perkiraan pergerakan IHSG
BNI Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak dengan support di rentang 6.120-6.200 dan resistansi pada 6.270-6.300. Sentimen teknikal menunjukkan peluang penguatan, namun masih ada risiko koreksi jika indeks gagal menembus area resistance kuat.
"IHSG hari ini berpeluang untuk melanjutkan kenaikan ke level resistansi kuat di 6.300. Namun hati-hati jika belum kuat untuk tembus di atas level 6.300, IHSG berpotensi koreksi lagi,"
BNI Sekuritas mencatat lima saham yang paling banyak dijual asing antara lain:
- BBCA
- AMMN
- ANTM
- UNTR
- TLKM
Faktor eksternal dan harga komoditas
Konflik di Timur Tengah terus menjadi pemicu kenaikan harga minyak. Kenaikan minyak berpeluang menambah tekanan inflasi global dan menimbulkan ketidakpastian pada pasar keuangan.
Data terakhir menunjukkan harga minyak WTI naik sekitar 1,3% ke USD84,68 per barel, sementara Brent naik 1,2% ke USD90,12 per barel.
Di sisi kebijakan moneter, pernyataan pejabat The Fed juga memengaruhi sentimen. Menurut analis, pernyataan yang menekankan tidak adanya solusi instan dinilai belum cukup menenangkan pasar.
"Pernyataannya bahwa ‘tidak ada tongkat ajaib' untuk mengatasi tekanan harga, dinilai belum cukup menenangkan pasar,"
Data domestik yang ditunggu investor
Pelaku pasar domestik menantikan sejumlah rilis ekonomi penting sepanjang pekan ini. Tim analis Phintraco Sekuritas menyebut data yang menjadi fokus ialah:
- PMI Manufaktur
- Pertumbuhan ekonomi
- Indeks harga properti
- Cadangan devisa
- Data inflasi dan neraca perdagangan dari BPS
"Sementara itu harga BBM non-subsidi turun mulai 1 Agustus 2026. Turunnya harga BBM ini berpotensi menambah faktor positif,"
Implikasi dan prospek
Jika data inflasi dan neraca perdagangan menunjukkan perbaikan, sentimen positif bisa mendorong IHSG menembus resistance. Namun, risiko dari kenaikan harga minyak dan aksi jual asing masih perlu diwaspadai.
Investor disarankan memantau rilis data utama dan perkembangan geopolitik yang berpotensi mengubah arah pasar dalam jangka pendek.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Puncak Panen: Harga Rambutan Aceh Turun Jadi Rp8.000/kg
Harga rambutan Aceh di Aceh Utara turun jadi Rp8.000/kg pada puncak panen 2 Agustus 2026 akibat pasokan yang...
Hidroponik NTT: Ajak Anak Muda Tak Malu Jadi Petani
Robinhood Siahaan mendorong pengembangan hidroponik di NTT agar pangan lokal mandiri dan anak muda tak malu...
Relokasi Pool Cititrans Permudah Akses Antarkota di Samarinda
Cititrans pindahkan pool ke Jalan Bhayangkara 19 Samarinda untuk memudahkan akses—merespons lonjakan pelangg...
Teknologi dan Edukasi Penggerak Hidroponik Berkelanjutan di NTT
Robinhood Siahaan sebut teknologi dan pelatihan kunci kembangkan hidroponik berkelanjutan di NTT, termasuk r...
Hidroponik Kupang Dorong Pasokan Sayur Segar dan Ekonomi Lokal
Evolusi Hidroponik di Bimoku menjaga pasokan sayuran segar untuk kuliner Kupang lewat produksi harian, distr...
Peluang Emas Hidroponik di Kupang: Solusi Sayur Segar untuk NTT
Hidroponik dinilai solusi untuk pasokan sayur tak stabil di Kupang; peluang usaha di NTT dinilai masih sanga...