IHSG Tembus 6.319, Rebound 1,37% pada 4 Juli 2026
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada posisi 6.319,61 pada akhir perdagangan Selasa, 4 Juli 2026, rebound sebesar 1,37 persen dan mencatat level tertinggi sepanjang hari. Pergerakan ini terjadi di Bursa Efek Indonesia setelah sentimen domestik dan laporan keuangan emiten semester I mendorong minat beli.
Ringkasan perdagangan
IHSG sempat menyentuh posisi terendah harian di 6.238,39 sebelum berbalik menguat dan menutup di puncak sesi. Pada akhir perdagangan, mayoritas saham menunjukkan kenaikan dengan 399 saham menguat, 224 saham melemah, dan 170 saham stagnan.
Sektor yang menguat dan pembagian saham
Penguatan pasar didorong oleh kenaikan pada sebagian besar sektor. Sektor properti memimpin penguatan, diikuti material dasar dan beberapa sektor lain yang memberi dukungan luas.
- Properti: +2,72%
- Material dasar: +2,17%
- Transportasi: +1,59%
- Energi: +1,04%
- Keuangan: +1,03%
- Infrastruktur: +1,03%
Sementara itu, sektor teknologi dan konsumer primer mengalami tekanan dan mencatatkan penurunan. Penguatan indeks juga ditopang oleh kenaikan saham-saham big cap seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Sentimen pasar dan faktor domestik
Dari sisi fundamental domestik, inflasi tahunan pada Juli 2026 dilaporkan mereda ke level 2,88 persen. Selain itu, publikasi laporan keuangan emiten semester I 2026 menunjukkan kinerja yang relatif kuat, terutama di sektor perbankan, telekomunikasi, dan konsumsi, sehingga meningkatkan ekspektasi investor.
Pengaruh geopolitik dan komentar analis
Pasar juga memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Menurut tim analis Pilarmas Investindo, pertemuan antara Iran dan Oman menunjukkan perkembangan yang dapat memperbaiki arus lalu lintas di Selat Hormuz.
Tim analis Pilarmas Investindo menilai bahwa pertemuan Iran dan Oman menunjukkan kemajuan untuk meningkatkan lalu lintas melalui Selat Hormuz.
Phintraco Sekuritas mencatat bahwa indeks masih berada di teritor positif meski harga minyak naik lebih dari 2 persen setelah adanya bantahan Iran soal negosiasi dengan AS.
Phintraco Sekuritas menilai indeks tetap berada di teritori positif meski harga minyak meningkat.
Analisis teknikal dan prospek
Dari sisi teknikal, terdapat pelebaran histogram positif MACD dan berlanjutnya reversal Stochastic RSI di area pivot. Berdasarkan kondisi ini, analis Phintraco memperkirakan IHSG berpotensi menguji level resistance di kisaran 6.350-6.400.
Secara keseluruhan, kombinasi data makro yang lebih tenang dan laporan keuangan emiten memberi dukungan, namun pelaku pasar tetap memantau perkembangan geopolitik serta pergerakan harga komoditas yang dapat mengubah sentimen ke depan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Bunga Utang Capai Rp394,1 T, APBN Agustus 2026 Defisit
Pembayaran bunga utang mencapai Rp394,1 triliun hingga Agustus 2026, membuat APBN tercatat defisit Rp240,1 t...
Pembiayaan Utang Capai Rp506 T hingga Agustus 2026
Realisasi pembiayaan utang neto Rp506 triliun hingga 31 Agustus 2026, setara 60,8% dari target APBN 2026; SB...
IHSG Melemah 0,33% ke 6.441,15 pada Penutupan Jumat
IHSG turun 0,33% ke 6.441,15 pada penutupan Jumat; volume 32,6 miliar saham dan nilai transaksi Rp19,2 trili...
Penerbitan SBN 2026 Tetap Sesuai Rencana, Defisit APBN 2,85%
Kemenkeu: penerbitan SBN hingga akhir 2026 on track untuk penuhi pembiayaan dan jaga outlook defisit APBN 2,...
Sharp Indonesia Raih Dua Penghargaan PR Pilihan Jurnalis 2026
Sharp Indonesia dan Andry Adi Utomo meraih dua penghargaan Journalists’ Choice di Indonesia PR of the Year 2...
AXA dirikan AXA Sharia Life untuk perluas proteksi syariah
AXA mendirikan AXA Sharia Life Insurance dan mendapat izin OJK untuk memperkuat layanan asuransi syariah di...