IHSG Tutup di 6.236, Posisi Tertinggi Sepanjang Perdagangan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,80 persen pada perdagangan Jumat, 30 Juli 2026, berada di posisi 6.236. Penutupan ini merupakan level tertinggi sepanjang perdagangan hari tersebut setelah sempat menyentuh terendah intraday 6.201,89 pada pagi hari.
Pergerakan pasar dan data transaksi
Penguatan mendominasi akhir sesi dengan 437 saham menguat, 193 melemah, dan 159 stagnan. Total nilai transaksi pada hari ini mencapai Rp 18,26 triliun, menurut riset tim Pilarmas Investindo.
"Nilai transaksi yang terjadi pada perdagangan hari ini sebesar Rp 18,26 triliun. Dalam sepekan ini IHSG mengalami penguatan sebesar 0,64 persen," kata tim Pilarmas Investindo.
Sektor yang menggerakkan kenaikan
Sektor barang baku menjadi penyumbang kenaikan terbesar, menguat 1,93 persen. Disusul sektor perindustrian dan properti yang sama-sama naik 1,25 persen. Sebaliknya, sektor keuangan tercatat melemah terdalam sebesar 0,38 persen, sementara barang konsumen nonsiklikal turun 0,29 persen.
Sentimen global dan arus modal asing
Sentimen pasar dipengaruhi data ekonomi AS yang menunjukkan inflasi melandai dan perlambatan pertumbuhan ekonomi kuartal II menjadi 1,5 persen year-on-year. Kondisi tersebut memicu spekulasi bahwa The Fed akan mengalihkan fokus kebijakan.
"Kondisi ini memicu spekulasi investor bahwa The Fed akan mengalihkan fokusnya, dari pengendalian inflasi ke mitigasi kelesuan ekonomi," ujar tim Pilarmas Investindo.
Ekspektasi ini membuat pasar memperkirakan The Fed kemungkinan menahan kenaikan suku bunga pada rapat kebijakan berikutnya di bulan September. Selain itu, data menunjukkan aksi net buy oleh investor asing di pasar reguler sebesar Rp 100,16 miliar, yang turut mendukung penguatan saham-saham blue chip.
Saham-saham pendorong dan pelemah
Sepanjang perdagangan hari ini, beberapa saham yang mendominasi penguatan antara lain:
- INCO
- SCMA
- KLBF
- MBMA
- BRPT
Sementara saham yang mendominasi penurunan termasuk ADRO, BBCA, TLKM, JPFA, dan ISAT.
Prospek pasar
Dengan transaksi besar dan arus modal asing yang masih positif, IHSG menutup minggu ini dengan penguatan sepekan sebesar 0,64 persen. Namun, pasar akan tetap mencermati data ekonomi global dan keputusan kebijakan The Fed yang berpotensi mengubah sentimen jangka pendek.
Investor juga akan memantau perkembangan kinerja emiten blue chip dan respon sektor-sektor utama saat perdagangan dibuka kembali pekan depan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
HUT ke-116 OKU: 52 UMKM Pamerkan Produk Unggulan Lokal
52 stan UMKM meriahkan Pameran Dagang Lokal HUT ke-116 OKU di Taman Kota Baturaja selama tiga hari, tampilka...
IPEMI dan UMKM Sulap Tenun Koto Gadang Jadi Produk Eksklusif
IPEMI dan UMKM mengangkat tenun Koto Gadang menjadi produk eksklusif bernilai Rp5 juta lewat branding, tekno...
Alfamidi Edukasi 100 Keluarga Pantau Tumbuh Kembang Anak
Alfamidi di Sukabumi mengedukasi 100 keluarga balita tentang pemantauan tumbuh kembang anak melalui posyandu...
Ekspor Udang Vaname Babel Capai Rp1,6 Triliun, Pengusaha Untung
Bangka Belitung mengekspor 15.628 ton udang vaname senilai lebih dari Rp1,6 triliun pada Jan–Jun 2026, membe...
Paragonian Bergerak Raih Gold Award ESG Asia Tenggara
Paragonian Bergerak meraih Gold Award ETHCA Southeast Asia 2026 setelah melibatkan 14.000 karyawan dan 151 i...
Kadin Siap Bantu Genjot Pertumbuhan Ekonomi ke 8%
Kadin menyatakan siap membantu pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% lewat kolaborasi dan progr...