Lokal

Sholat Idul Adha di Masjid Murtada Aceh Utara Berlangsung Khidmat

Bagikan:
Jamaah sholat Idul Adha di halaman Masjid Besar Murtadha Simpang Mulieng

SIMPANG MULIENG, Aceh Utara – Sholat Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Besar Murtadha, Simpang Mulieng, Kecamatan Syamtalira Aron, berlangsung khidmat pada Rabu (27/5). Khatib memberi penjelasan tentang puasa Arafah dan makna berkurban, sementara ribuan jamaah memadati area hingga tenda darurat terpasang di halaman.

Khutbah fokus pada puasa Arafah dan kurban

Khatib, Abi Badruddin Ilyas dari Lhokseumawe, menguraikan keutamaan puasa Arafah yang dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah. Dia menegaskan puasa sunnah ini sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Selain itu, khatib juga mengingatkan pentingnya melaksanakan ibadah kurban dengan niat ikhlas dan membagi hasilnya kepada warga yang berhak. Penjelasan ini menjadi bagian utama khutbah pada sholat Idul Adha kali ini.

Pelaksanaan sholat dan peran imam

Ribuan jamaah menghadiri sholat Idul Adha hingga kapasitas masjid tidak mencukupi. Panitia kemudian menambah tenda di belakang saf untuk menampung jamaah yang hadir.

Imam pada sholat Idul Adha tersebut adalah Tgk Badri dari Tanah Luas. Sementara Imam besar Masjid Murtadha, Abiya Mampree, melalui Ketua BKM H Abdullah Basyari menyatakan bahwa jumlah jamaah meningkat secara signifikan setiap tahun.

Jadwal dan rincian penyembelihan kurban

Penyembelihan hewan kurban di Masjid Besar Murtadha dijadwalkan pada hari kedua hari raya, Kamis (28/5). Panitia menyiapkan sejumlah hewan kurban untuk disembelih dan didistribusikan kepada warga.

  • Sapi: delapan ekor
  • Kambing dan kibas: sejumlah hewan kecil (untuk dibagikan kepada penerima berhak)

Hasil penyembelihan akan didistribusikan kepada keluarga yang berhak menerima sesuai ketentuan panitia dan tujuan sosial masjid.

Makna sosial dan keagamaan

Pelaksanaan sholat dan kurban di Masjid Murtadha menegaskan fungsi masjid sebagai pusat ibadah sekaligus kepedulian sosial. Kegiatan ini tidak hanya memenuhi aspek ritual, tetapi juga memperkuat jaringan bantuan antarwarga melalui pembagian daging kurban.

Dengan meningkatnya partisipasi jamaah setiap tahun, panitia diharapkan terus memperbaiki tata kelola agar proses ibadah dan distribusi kurban berjalan tertib dan tepat sasaran.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait