Syarikat Islam: Perpaduan Iman dan Edukasi kunci Tangani HIV/AIDS Banda Aceh
BANDA ACEH — Menyikapi peningkatan kasus HIV/AIDS di Kota Banda Aceh, Wakil Ketua DPW Syarikat Islam Aceh, Sayed Muhammad Husen, menyerukan langkah konkret dan komprehensif dari masyarakat dan pemerintah kota pada Rabu (29/7). Sayed menekankan pencegahan yang menyentuh aspek keagamaan dan pendidikan reproduksi sebagai upaya menahan penyebaran penyakit menular tersebut.
Saran penanganan: iman dan pendidikan reproduksi
Sayed menawarkan dua pendekatan yang harus berjalan bersamaan. Pertama, penguatan kualitas iman dan ketakwaan melalui pembinaan akhlak di keluarga, dayah, pesantren, sekolah, dan komunitas. Kedua, penyelenggaraan pendidikan reproduksi yang tepat sasaran dan tidak dianggap tabu bila disampaikan secara ilmiah, etis, dan berlandaskan ajaran Islam.
Penanganan masalah ini tidak cukup hanya fokus pada penanganan medis semata, melainkan harus menyentuh akar pencegahan melalui penguatan iman dan pendidikan reproduksi yang berbasis nilai-nilai Islam.
Pembinaan akhlak di lingkungan keluarga, dayah, pesantren, sekolah, hingga komunitas harus diintensifkan agar generasi muda memiliki iman yang kuat dan akhlak yang baik.
Isi edukasi: materi dan sasaran
Sayed menjelaskan bahwa edukasi harus memberi pemahaman komprehensif kepada remaja tentang bahaya penularan penyakit menular seksual, risiko penggunaan narkoba suntik, serta konsekuensi medis dan sosial dari perilaku berisiko. Menurutnya, penyampaian yang benar akan mengurangi stigma sekaligus meningkatkan kesiapan remaja dalam mengambil keputusan sehat.
Edukasi yang benar memberikan pemahaman komprehensif kepada remaja mengenai bahaya penularan penyakit menular seksual, penggunaan narkoba suntik, serta konsekuensi medis dan sosial dari perilaku berisiko.
Kolaborasi lintas pihak
Selain pendekatan religius dan pendidikan, Sayed mendorong kolaborasi antara ulama, pemerintah kota, dinas kesehatan, lembaga pendidikan, dan orang tua. Ia menegaskan bahwa pencegahan tidak bisa diletakkan pada satu pihak saja; perlu pembagian peran yang jelas antara penguatan pengawasan, layanan edukasi, dan pembinaan moral.
Pencegahan penyebaran HIV/AIDS tanggung jawab bersama. Kita tidak bisa hanya saling menyalahkan.
Harapan dan langkah ke depan
Sayed berharap perpaduan antara benteng iman yang kuat dan pengetahuan kesehatan reproduksi yang akurat dapat melindungi pemuda Banda Aceh dari risiko penularan HIV/AIDS. Ia menyatakan tujuan akhirnya adalah terciptanya generasi Aceh yang sehat dan berakhlak mulia, melalui sinergi antara pendekatan agama dan intervensi kesehatan masyarakat.
Catatan: Pernyataan disampaikan oleh Sayed Muhammad Husen pada keterangannya di Banda Aceh, Rabu (29/7).
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kejuaraan Karate Inkanas Open Pelajar Se-Sumut Dibuka di Batubara
Kejuaraan Karate Inkanas Open antar pelajar se-Sumut dibuka di Batubara, 325 atlet dari 12 daerah bersaing m...
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan: Program untuk Profesional
Magister Manajemen USM-Indonesia Medan menawarkan program pascasarjana fleksibel dan aplikatif untuk ASN, ma...
Bupati Batubara Puji Bank Sampah Berseri Ubah Sampah Jadi Pakan
Bupati Batubara memuji Bank Sampah Berseri yang mengubah sampah rumah tangga menjadi pakan dan pupuk melalui...
Sumut Target Vaksinasi Rabies 15.000 HPR dan Aspirasi Publik Tuntas di Medan
Pemprov Sumut targetkan vaksinasi rabies 15.000 HPR dan bidik rekor MURI; selain itu masalah warga Medan dit...
Dugaan Ambil Batu Sungai di Irigasi Saba Bolak, APH Diminta Turun
Tokoh Sipirok minta APH periksa dugaan pengambilan batu sungai untuk rehabilitasi Irigasi Saba Bolak; dokume...
Pojok PBB Medan Raih Rp1,07 Miliar, Program Dilanjutkan
Pojok PBB Medan kumpulkan Rp1,07 miliar (15–18 Sept 2026); program dilanjutkan 21–30 Sept di tiga lokasi str...