Produk Herbal Indonesia Tembus Pasar Arab Saudi Rp2,5 Miliar
PT Dami Sariwana menandatangani Letter of Agreement untuk ekspor perdana produk herbal ke Arab Saudi senilai Rp2,5 miliar. Penandatanganan berlangsung di Jeddah pada 15 Juni 2026 dan melibatkan importir lokal Al Itholah Trading. Pengiriman perdana satu kontainer direncanakan pada Juli 2026 setelah memenuhi standar SFDA.
Detail kesepakatan dan jadwal pengiriman
LoA ditandatangani oleh Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Dami Sariwana, Taswan Wimala Putra, dan pemilik Al Itholah Trading, Nassrudin. Kesepakatan ini mengatur pengiriman awal sebanyak satu kontainer pada Juli 2026, setelah seluruh persyaratan otoritas Arab Saudi dipenuhi.
Kesepakatan mencakup tiga produk unggulan yang akan dikapalkan, yaitu:
- Suplemen vitalitas pria
- Suplemen penurun gula darah
- Produk pelangsing tubuh
Peran pemerintah dan fasilitasi ITPC
Kementerian Perdagangan menyebut keberhasilan ini sebagai buah sinergi antara pelaku usaha, perwakilan perdagangan RI, dan program pembinaan eksportir. Program pembinaan yang dijalankan oleh Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan, PPSDMEJP, dinilai berhasil menyiapkan eksportir yang kompetitif.
Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi pelaku usaha, Kemendag, dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri dalam membuka akses pasar, dan diharapkan membuka peluang peningkatan ekspor ke Timur Tengah.
ITPC Jeddah juga melakukan verifikasi kredibilitas calon importir sebagai langkah preventif. Kepala ITPC Jeddah, Bagas Haryotejo, menyatakan verifikasi itu memberi rasa aman bagi eksportir dan mengawal kelancaran pengiriman perdana.
Langkah preventif ini penting untuk memastikan kredibilitas mitra usaha dan memberikan rasa aman bagi eksportir Indonesia.
Respons pelaku usaha dan prospek perluasan pasar
Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Dami Sariwana, Taswan Wimala Putra, mengapresiasi dukungan ITPC Jeddah dan berharap kesepakatan ini menjadi pintu masuk strategis ke kawasan Timur Tengah.
Kami berharap keberhasilan ini menjadi pintu masuk strategis bagi kehadiran produk-produk kami di seluruh wilayah Timur Tengah dan sekitarnya.
Pemilik Al Itholah Trading, Nassrudin, menilai kualitas produk herbal Indonesia mampu bersaing di pasar regional dan berencana memperluas distribusi hingga Sudan.
Target pasar kami tidak hanya terbatas di Arab Saudi saja, melainkan akan kami perluas hingga ke Sudan.
Implikasi: kontrak ini memperkuat posisi produk herbal Indonesia di pasar Timur Tengah dan menjadi contoh kerja sama antara eksportir swasta dan fasilitas perdagangan negara. Keberhasilan ini juga menandai langkah awal yang memungkinkan peningkatan volume ekspor jika semua persyaratan otoritas impor dipenuhi tepat waktu.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
OJK Targetkan Lima Bank Syariah Beraset Besar pada 2027
OJK menargetkan lima bank syariah beraset besar pada 2027 lewat konversi dan konsolidasi, dengan BSI sebagai...
Kenaikan PTKP Dinilai Angin Segar untuk Daya Beli
Ekonom FEB UI nilai kenaikan PTKP dapat menjaga daya beli dan memperkuat keadilan pajak; pembahasan lanjut d...
Grab Luncurkan Group Ride: Berbagi Ongkos hingga 50%
Grab meluncurkan fitur Group Ride sejak April 2026 untuk atur perjalanan bersama lewat satu pemesanan, denga...
Mobilitas Kereta Api Sumatra Capai 11,34 Juta Penumpang
KAI mencatat 11.342.350 pergerakan penumpang di Sumatra (Jan–Sep 2026), naik 12,02% dibandingkan 2025.
Kemenko Hilirisasi dan Energi Diharap Percepat Transisi Energi
Imaduddin Abdullah menilai pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Energi percepat transisi energi, hilirisasi, d...
Hilirisasi Nikel Dorong PNBP Capai Rp21 Triliun
Hilirisasi nikel mendorong ekspor USD6,54 miliar dan PNBP mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus 2026, namu...