Hello Loopsy Pertahankan Harga dan Angkat Nilai Produk Handmade
Hello Loopsy, merek rajut lokal asal Banten, memilih mempertahankan harga jual dan menonjolkan nilai estetika produk handmade untuk menghadapi persaingan pasar yang kerap menurunkan harga, kata pendiri perusahaan, Selasa, 21 Juli 2026.
Strategi menjaga harga dan kualitas
Pendiri Hello Loopsy, Avi Nurul Afia, mengatakan perusahaan menolak terjun ke perang harga yang sering merugikan pengrajin. Mereka memilih mempertahankan patokan harga yang dianggap layak untuk menghargai upaya pembuatnya.
“Banyak perang harga karena orang masih mengejar lakunya daripada menghargai usahanya. Tapi kalau kita, kita enggak mau menjatuhkan harga pasar dan tetap patok harga yang layak buat handmade,”
Avi menekankan pentingnya menghitung waktu dan tenaga pengrajin dalam menyusun harga. Langkah ini dimaksudkan menjaga keberlanjutan usaha serta kualitas produk di pasar lokal.
Proses produksi dan penentuan harga
Pendiri lain, Qorry Aina, menjelaskan bahwa pemilihan bahan dan durasi pengerjaan menjadi penentu utama harga produk rajutan. Contohnya, pembuatan buket bunga berukuran besar memerlukan waktu beberapa jam.
“Untuk pembuatan buket bunga yang besar itu bisa memakan waktu empat sampai lima jam. Jadi harganya disesuaikan dengan kualitas, bahan, dan kerapihan hasilnya,”
Dengan perhitungan rinci terhadap bahan dan jam kerja, Hello Loopsy menetapkan rentang harga yang memberi nilai pada kerajinan tangan tanpa mengorbankan margin pengrajin.
Edukasi pelanggan dan perluasan pasar
Perusahaan juga aktif memberikan edukasi tentang keunikan produk buatan tangan kepada pelanggan, baik melalui stan penjualan maupun media sosial. Tujuannya supaya pembeli memahami proses dan nilai tambah setiap produk.
Pendiri lainnya, Naada Tho'iah, mengatakan seluruh komponen biaya modal dan jasa pengerjaan dihitung secara rinci agar harga jual tetap terjangkau namun adil bagi pembuat.
“Harga produk kita bervariasi mulai dari delapan ribu sampai Rp185 ribu. Penjualan kita juga sudah mulai titip jual ke art space di luar daerah seperti Tulungagung,”
Dampak dan prospek
Dengan komitmen tersebut, Hello Loopsy berharap konsumen semakin menghargai keunikan serta proses panjang di balik karya pengrajin lokal Banten. Pendekatan ini juga diharapkan mendorong keberlanjutan ekonomi kreatif di daerah.
Ke depan, strategi edukasi dan perluasan titik jual dinilai dapat meningkatkan apresiasi terhadap produk produk handmade lokal dan mengurangi praktik penurunan harga yang merugikan pembuat.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...