LAPK Kritik Harga Tiket PRSU ke-50 karena Mengurangi Akses Warga
MEDAN – Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK), melalui Sekretaris Muhammad Zein Azhary Wajdi Lubis SH M.Kn, Rabu (8/7) mengkritik pelaksanaan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50. LAPK menyorot kenaikan harga tiket yang dinilai menghambat akses masyarakat dan berisiko mereduksi manfaat ekonomi bagi pelaku UMKM, pedagang, dan pelaku ekonomi kreatif.
Kritikan terhadap kebijakan harga tiket
LAPK menegaskan bahwa sejak lahir PRSU berfungsi sebagai pesta rakyat sekaligus etalase pembangunan daerah dan promosi potensi Sumatera Utara. Masuknya unsur komersial dan modernisasi tidak boleh mengikis tujuan tersebut.
Filosofi inilah yang seharusnya tetap menjadi ruh penyelenggaraan PRSU, meskipun terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.
Lembaga ini menilai persoalan harga tiket bukan semata soal nominal, tetapi berkaitan langsung dengan keterjangkauan warga yang menjadi target utama acara.
Persoalan ini bukan sekadar soal nominal, tetapi menyangkut akses masyarakat terhadap sebuah kegiatan yang sejak awal dibangun untuk mereka.
LAPK mengingatkan bahwa bila tiket menjadi penghalang, PRSU berisiko kehilangan makna dan identitasnya sebagai pesta rakyat.
Dampak ekonomi terhadap UMKM dan pelaku usaha
Kenaikan tiket dapat menurunkan jumlah pengunjung. Penurunan pengunjung berimplikasi pada berkurangnya transaksi di area pameran, yang langsung berdampak pada pendapatan peserta pameran, pedagang kaki lima, dan UMKM lokal.
Semakin banyak masyarakat hadir, semakin besar pula transaksi yang tercipta dan manfaat ekonomi yang dirasakan. Oleh karena itu, LAPK menilai harga tiket seharusnya berfungsi sebagai instrumen untuk mendorong partisipasi masyarakat, bukan sekadar sumber penerimaan acara.
Butuh inovasi agar PRSU kembali menjadi magnet
Selain persoalan harga, LAPK menyoroti kebutuhan pembaruan konsep agar PRSU relevan di tengah banyak pilihan hiburan dan destinasi. Rekomendasi yang diajukan mencakup pengembangan atraksi kreatif, pemanfaatan teknologi digital, dan pameran interaktif yang menarik pengunjung.
PRSU juga disarankan memberi ruang lebih luas bagi UMKM, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif sehingga acara tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga platform ekonomi dan promosi produk unggulan daerah.
Sebab, pesta rakyat yang semakin sulit dijangkau berisiko kehilangan makna dan identitasnya.
Rekomendasi LAPK untuk panitia dan pemerintah
- Evaluasi kebijakan harga tiket dengan mempertimbangkan keterjangkauan semua lapisan masyarakat.
- Tingkatkan kualitas acara melalui inovasi, atraksi kreatif, dan pemanfaatan teknologi digital.
- Perluas ruang bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif agar manfaat ekonomi lebih merata.
- Pelajari praktik tata kelola dan inovasi dari pameran besar lain sebagai bahan evaluasi.
LAPK mendorong panitia PRSU bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melakukan evaluasi menyeluruh. Momentum penyelenggaraan ke-50 dinilai tepat untuk mengembalikan PRSU pada jati dirinya sebagai pesta rakyat sekaligus motor penggerak ekonomi lokal.
Keberhasilan PRSU dinilai bukan dari megahnya panggung atau besarnya pendapatan tiket, melainkan dari seberapa luas masyarakat dapat menikmati dan merasakan manfaatnya. PRSU harus kembali menjadi pesta rakyat yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat Sumatera Utara.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Partai Demokrat Sabang Gelar Lomba Rakyat Sambut HUT ke-25
DPC Partai Demokrat Kota Sabang gelar lomba rakyat 23 Agustus 2026 untuk memeriahkan HUT ke-25 Demokrat dan...
Tiga Isu di Medan: Area Railink Panas, Dhody Ditersangka, Pemprov Akan Bangun 167 Rumah
Tiga kabar Medan: area Railink Kualanamu panas diduga AC mati; Dhody Thahir ditetapkan tersangka tapi kuasa...
Polres Dairi Tangkap Pengedar, Amankan 13,25 Gram Sabu
Polres Dairi menangkap AS (34) di Sidikalang dan mengamankan 11 paket sabu seberat 13,25 gram serta alat buk...
Wakapolres Dairi dan Bhayangkari Jenguk Dua Anak Korban di RSUD Sidikalang
Wakapolres Dairi dan Bhayangkari menjenguk dua anak korban kekerasan di RSUD Sidikalang untuk memberikan per...
AC Mati di Gedung Railink Kualanamu, Penumpang Keluhkan Suasana Panas
Area gedung Railink Kualanamu terasa panas selama dua minggu karena dugaan AC mati; penumpang dan tenant ber...
Kuasa Hukum Pertanyakan Penetapan Tersangka Dhody Thahir
Kuasa hukum mempertanyakan bukti penetapan tersangka Dhody Thahir terkait dugaan pemalsuan surat dalam sengk...